“Di Atas Reruntuhan Aceh, Kita Membaca Nasib Pohuwato”

Monday, 8 December 2025 - 15:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI

Penulis : IRWAN HANGGU

(Bendum LSM LABRAK)

Di Randangan, aksi penggalangan dana untuk Aceh dilakukan dengan langkah-langkah kecil dan wajah-wajah letih.
LSM LABRAK dan Polsek Randangan berdiri bersama, bukan sebagai simbol kekuatan,
tetapi sebagai dua pihak yang sama-sama tahu betapa rapuhnya manusia ketika alam mulai membuka amarahnya.

Kotak donasi itu bergetar di tangan relawan—
entah karena panas siang,
entah karena rasa takut yang diam-diam tumbuh dari bayangan Aceh yang luluh-lantak.

Sebab Aceh hari ini bukan sekadar bencana.
Aceh adalah reruntuhan, derita yang tidak punya kata lain selain kehilangan.

Anak-anak yang tidak pulang.
Jasad yang ditemukan tanpa nama.
Rumah yang tidak lagi punya pintu, tidak lagi punya dinding, hanya puing yang basah oleh air dan air mata.
Dan doa-doa yang dipanjatkan dengan suara yang pecah,
seolah-olah langit pun tidak lagi mau mendengar.

Aksi Randangan mengingatkan kita bahwa jarak bukan apa-apa.
Sebab rasa sakit Aceh menyeberang laut, menembus daratan,
dan sampai kepada kita seperti pesan terakhir dari seseorang yang sekarat:

“Lihatlah aku.
Karena suatu hari kau mungkin menjadi aku.”

Dan yang paling tragis,
ketika pesan itu sampai,
Pohuwato sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang sama.

Hutan kita tumbang seperti tubuh orang tua yang tidak kuat berdiri.
Sungai kita menggelap seperti mata yang trauma terlalu lama.
Tanah kita retak seperti hati yang tidak lagi mampu bertahan.

Semua ini bukan peringatan yang keras.
Pohuwato tidak menjerit.
Ia hanya berbisik.

Dan kadang,
bisikan jauh lebih menakutkan daripada teriakan.

Aksi Randangan yang sederhana itu—
relawan berjalan pelan, polisi mendampingi dalam diam,
warga menyumbang sambil menunduk—
terasa seperti ritual duka bagi sesuatu yang belum terjadi di Pohuwato
tapi sudah terasa dekat sekali.

Seolah-olah ketika uang itu masuk ke kotak,
kita tidak hanya membantu Aceh…
kita sedang meraba masa depan kita sendiri,
dan berharap agar tidak menemukan kehancuran yang sama.

Tragedi terbesar dari semua ini adalah:
kita mengulurkan tangan untuk Aceh,
namun kita tidak tahu tangan siapa yang suatu hari akan diulurkan untuk kita.

Karena alam tidak mengulang peringatan.
Ia hanya melanjutkan hukum yang sudah kita abaikan…….

Dan saat giliran kita tiba—
tidak ada yang lebih tragis daripada sadar terlalu terlambat
bahwa Aceh bukan cerita mereka.
Aceh adalah prolog kita.

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru