“Ketika Kemanusiaan Memanggil, Randangan Menjawab: LABRAK dan Polsek Tampil dalam Satu Barisan”

Monday, 8 December 2025 - 13:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost.com, Randangan — Senin, 8 Desember 2025, Pasar Randangan menjadi saksi bagaimana panas matahari yang membakar tidak mampu menyamakan semangat kolaborasi antara Polsek Randangan dan LSM LABRAK. Baunya menyengat, keringat mengalir deras, tetapi langkah-langkah untuk lawan tidak pernah goyah. Justru di bawah cuaca paling kejam, kemanusiaan menemukan wujud paling kuatnya.

Aksi solidaritas untuk membantu korban bencana Aceh itu berubah menjadi gambaran utuh tentang sinergi, kepercayaan, dan kerja bersama yang tidak dibuat-buat. Masyarakat berbondong-bondong, pedagang pasar tersenyum sambil menyerahkan donasi, dan anak-anak kecil menyalami para relawan seolah-olah mereka adalah pahlawan harian yang baru saja turun dari medan bakti.

Di tengah keramaian-pikuk itu, Kanit Reskrim Polsek Randangan, Abdulrahman Ibrahim, tidak hanya berdiri sebagai aparat penegak hukum. Ia bergerak bersama para relawan, mengatur alur donasi, menjaga keamanan, sekaligus menjadi bukti bahwa polisi hadir tidak hanya dalam penindakan, tetapi juga dalam penyembuhan luka sosial.

“Hari ini kita bukan polisi, bukan aktivis, bukan masyarakat biasa. Kita satu tim—Randangan untuk Aceh. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa kemanusiaan lebih kuat daripada perbedaan peran,” ujar Abdulrahman sambil menyeka keringat yang mengalir dari pelipisnya.

Di sisi lain, Sahrun Dolongseda, kader LSM LABRAK yang terdengar nyaris habis karena berorasi sejak pagi, juga menegaskan bahwa kekuatan aksi ini bukan pada jumlah donasi, melainkan pada kekuatan kebersamaan.

“Kami tidak mungkin mampu bekerja sendiri. Kehadiran Polsek Randangan, masyarakat pasar, bahkan para pengunjung luar daerah membuat aksi ini hidup. Kemanusiaan itu bukan tentang siapa yang paling banyak bekerja—tetapi tentang bekerja bersama, saling menopang, saling melengkapi.”

Pada puncak aksi, ketika terik mencapai titik paling menyakitkan, justru di situlah terlihat bagaimana kolaborasi mengalahkan kelelahan. Para pedagang menyediakan minuman dingin untuk para relawan tanpa diminta. Polisi membantu mengangkat kotak donasi yang mulai berat. Relawan LABRAK saling memijit bahu satu sama lain sebelum kembali berdiri dan melanjutkan tugas.

Ketika matahari akhirnya mulai turun, banyak yang kelelahan, wajah memerah, kulit makin gelap, kaki pegal, tetapi tak satu pun merasakan sia-sia. Ada kebanggaan, ada lega, ada rasa bahwa Randangan hari itu tidak hanya mengirim bantuan—tetapi juga mengirim pesan:

Bahwa ketika masyarakat, aktivis, dan aparat bersatu, panas mentari bukanlah ancaman—ia hanya menjadi saksi betapa hebatnya kolaborasi kemanusiaan. (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru