Balita asal Paguat Lahir tanpa Lubang Anus; Pemda Pohuwato beri atensi penuh pada Proses operasi hingga pemulihan

Tuesday, 9 December 2025 - 12:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

Akulturasipost.com Pohuwato—Aki Laris Tiana Une, balita berusia 6 bulan asal Desa Molamahu, Kecamatan Paguat, terus berjuang untuk hidup dengan bantuan prosedur pembuangan kotoran melalui operasi di bagian perut.

Putri bungsu dari tujuh bersaudara itu lahir tanpa lubang anus dan kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua Kabupaten Pohuwato.

Kondisi Aki Laris mendapat perhatian langsung dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Didampingi Direktur RSUD Bumi Panua, dr. Dian Ikagustina Tambunan, Sp.A, M.Ked, serta tim dokter,

Bupati meninjau langsung keadaan balita dari pasangan Maryam Tama, (35), dan Elyas Y. Une, (42), Selasa, (09/12/2025).

Bupati Saipul menjelaskan bahwa dalam waktu dekat Aki Laris akan menjalani operasi untuk memperbaiki saluran pembuangan kotoran.

Ia memastikan bahwa dokter dari Makassar, Sulawesi Selatan, telah bersiap untuk melakukan tindakan tersebut.

“Ibu tidak perlu khawatir, doakan saja proses operasi yang direncanakan pada 20 Desember mendatang bisa berjalan sukses.

Banyak juga yang sudah menjalani operasi seperti ini dan alhamdulillah selamat. Insyaallah anak ini juga bisa selamat. Kita tetap berdoa kepada Allah SWT,”ujar Bupati Saipul memberi semangat kepada orang tua pasien.

Untuk menenangkan keluarga, Bupati Saipul menegaskan bahwa seluruh biaya dan kebutuhan perawatan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Ibu tidak perlu cemas, semua urusan menjadi tanggung jawab kami. Ibu cukup membawa anak ini ke Rumah Sakit Toto Gorontalo pada 16 Desember karena rencananya operasi akan dilakukan pada 20 Desember,”jelasnya.

Sementara itu, Maryam Tama, ibu dari Aki Laris, mengungkapkan bahwa sejak lahir, anak bungsu dari tujuh bersaudara ini tidak memiliki lubang anus, sehingga diperlukan pembuangan kotoran melalui perut dengan bantuan operasi.

“Kami sangat berharap anak kami bisa selamat,”tutur Maryam penuh harap.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kesiapan tim medis, kedua orang tuanya, Maryam Tama (35) dan Elyas Y. Une (42), berharap proses operasi berjalan lancar sehingga Aki Laris dapat tumbuh normal seperti anak-anak lainnya.

TIM REDAKSI

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru