Pohuwato di penghujung tahun ; rentetan bencana banjir dan korban maut dalam PETI bisu, Investor melenggang, Siapakah yang harus dipersalahkan?

Tuesday, 30 December 2025 - 10:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bencana banjir yang merupakan dampak dari pertambangan Legal dan Ilegal

Ilustrasi bencana banjir yang merupakan dampak dari pertambangan Legal dan Ilegal

Opini ; S. Amu

 

Akulturasipost, Pohuwato— Hujan deras yang Mengguyur sebagian wilayah Pohuwato pada 30/12/2025 dari pukul 13.00 wita hingga menjelang malam membuat beberapa desa seperti Desa Hulawa Kecamatan Buntulia ,Desa Bulangita Kecamatan Marisa serta status waspada di Kecamatan Taluditi dikarenakan volume air di sungai mulai naik.

 

Tak cukup dengan itu, Deretan insiden kematian di PETI seolah menjadi “PR” Panjang bagi Pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato.Keberadaan industri Pertambangan pun di duga menjadi penyumbang rentetan bencana alam di lingkungan ini.

 

Seolah menjadi penyakit stadium akhir yang hanya bisa di beri obat penenang rasa sakit tanpa menemukan obat penyembuh. Sebagian pengamat Lingkungan bahkan mengklaim narasi yang cukup satir “Pohuwato akan hilang dari Peta”.

 

Ungkapan sinis ini sejenak terlihat hyperbola namun nyata rasanya, jika Pemerintah tidak segera memberikan regulasi yang tanggap terkait pertambangan masyarakat yang terlilit cacat izin karena birokrasi administratif yang rumit dan APH tidak tegas dan merata menegakkan hukum dan Aturan karena di isukan beberapa oknum menerima Upeti dari PETI. Maka bisa jadi kita sedang mempersiapkan “Peti Mati” Untuk daerah kita sendiri.

 

Menyalahkan dan mencari siapa yang salah di keadaan bencana seperti ini rasanya tidak lagi menjadi hal yang bijak,bergerak mencari solusi tanpa haus validasi yang penuh topeng seharusnya menjadi fokus dari segala elemen.

 

Siapa lagi yang menjaga kampung halaman jika bukan kita. Siapa pula yang memanen getir dampak alam dan korban di panasnya lokasi pertambangan kalau bukan kita.

 

Redaktur : S.AMU

Ilustrator : Moh. R. Samoe

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru