Akulturasipost, Pohuwato—Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Daerah di Kabupaten Pohuwato. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan dan terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pohuwato agar segera mengeluarkan rekomendasi penghentian aktivitas pertambangan PT PETS yang diduga telah mengakibatkan banjir dan kerusakan lingkungan.
Kedua, massa aksi juga menuntut Forkopimda dan aparat penegak hukum untuk segera menertibkan seluruh aktivitas pertambangan tanpa izin yang masih beroperasi di Kabupaten Pohuwato. Menurut mereka, keberadaan tambang ilegal telah memperparah kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana bagi masyarakat.
Aksi yang digelar berlangsung dalam pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi dan tuntutan di hadapan pihak terkait.
Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Daerah menegaskan akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Mereka berharap hasil aksi ini dapat menjadi perhatian serius agar penegakan hukum dan perlindungan lingkungan di Kabupaten Pohuwato dapat berjalan maksimal.






