Akulturasipost, Pohuwato—Pani Gold Project atau di kenal dengan Proyek pertambangan Emas Gunung Pani Gorontalo yang di Kelola oleh PT.MGR yang merupakan anak Perusahaan PT.Merdeka Cooper Gold tbk (MDKA) memang riuh digadang-gadang sebagai salah satu tambang emas Primer Asia.Tak tanggung-tanggung Proyek ini diperkirakan memiliki sumber daya mineral emas mencapai hampir 7 juta ons.
Produksi emas perdana ditargetkan mulai pada awal 2026, dengan potensi produksi tahunan mencapai hingga 500.000 ons pada puncaknya. Hingga akhir September 2025, progres konstruksi telah mencapai 83% untuk infrastruktur utama. PT Merdeka Gold Resources juga telah memulai kegiatan ore feeding (pengumpanan bijih) sebagai bagian dari fase operasional pabrik pengolahan pada November 2025.
Namun Jauh dari segala teori yang beredar, Situasi terbalik ketika melihat data perkembangan ekonomi masyarakat. Saat investor besar ini di Terima dan memulai tahan Konstruksinya pada 2023 hingga first Miningnya di tahun terakhir ini, baik Gorontalo secara Umum dan Pohuwato khususnya ternyata tidak memiliki dampak peningkatan Ekonomi yang signifikan. Berbanding terbalik dengan gaung yang di gemakan saban waktu. Retorika yang menggiring masyarakat terlalu Hyperbola dengan kenyataan yang ada.
Hingga saat ini perkembangan Ekonomi Provinsi Gorontalo masih berada di urutan terluar dari 10 besar perkembangan Ekonomi Nasional dengan persentase 51,14%.Berada di Puncak Gemilang, Provinsi Maluku Utara dengan persentase 32,9% , menyusul Provinsi Sulawesi Tengah 7,95% dan di posisi peringkat ketiga Provinsi Kepulauan Riau dengan 7,14%.
Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat khususnya para ekonom-ekonom. Bagaimana tidak, Gorontalo dengan Nama besarnya dan Proyek besarnya tertinggal begitu Jauh. Apa sebenarnya yang harus di benahi.
Berkaca dari Provinsi Maluku Utara, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Pohuwato, Muhammad Ruzali Hunowu mengemukakan pendapat “Pola pemerintah Sherly Djoanda Laos Patut di contoh, perusahaan besar seperti PT.IWIP di tegaskan untuk sama-sama memikirkan perkembangan daerah dengan banyak program yang pro rakyat, contoh paling sederhananya adalah selain perekrutan pekerja harus di prioritaskan merupakan Lokal masyarakat, Perusahaan juga di wajibkan untuk mensuplai bahan mentah seperti bahan pangan dan pakaian perusahaan melalui lokal UMKM. Tentunya untuk basic standar perusahaan, Gubernur bekerja sama dengan para Dinas Terkait untuk memudahkan para UMKM ini memenuhi standart kwalitas Perusahaan”Pungkasnya.
“Demikian Brilian dan tegasnya pola kepemimpinan beliau sehingga sedikit mengimbangi kecemburuan sosial bagi sebagaian masyarakat yang tidak bisa masuk atau bekerja sebagai karyawan di perusahaan besar yang berinvestasi didaerahnya”tutupnya
TIM REDAKSI






