akulturasipost.com, Pohuwato — Akses Jalan Trans Sulawesi melalui jalur Balayo mengalami gangguan setelah sebatang pohon kapuk tumbang dan melintang di sebagian badan jalan pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 06.30 WITA.
Peristiwa tersebut tidak menghambat arus lalu lintas secara total, namun kendaraan bertonase besar, seperti truk dan bus, tidak dapat melintas karena badan jalan menyempit akibat tertutupnya batang dan dahan pohon. Sementara itu, kendaraan kecil dan roda dua masih bisa melewati lokasi dengan sistem bergantian dan ekstra hati-hati.
Sejumlah pengguna jalan menyebutkan bahwa tumbangnya pohon kapuk terjadi pada pagi hari saat aktivitas lalu lintas mulai meningkat, sehingga sempat menyebabkan perlambatan arus kendaraan dari dua arah.
“Mobil kecil masih bisa lewat, tapi truk besar sama sekali tidak bisa. Jalur ini penting, jadi kami berharap segera ditangani,” ujar salah seorang pengguna jalan.
Para pengendara meminta instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pembersihan dan normalisasi jalan, mengingat Jalan Trans Sulawesi merupakan jalur vital distribusi dan mobilitas antarwilayah. Selain itu, mereka juga mengingatkan potensi risiko kecelakaan apabila pohon tumbang dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan dan rambu pengamanan sementara.
Hingga berita ini diturunkan, pohon kapuk masih berada di badan jalan, dan arus lalu lintas di jalur Balayo masih tersendat, khususnya bagi kendaraan besar. Pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan saat melintasi lokasi kejadian. (Reporter : UNG)






