Tambang Tanpa Izin Menghantam Jantung Pohuwato, Kapolres dan Forkopimda Didesak Bertindak

Monday, 5 January 2026 - 01:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  • akulturasipost.com, Pohuwato — Jalan blok plan di Desa Palopo terpaksa dibongkar menggunakan alat berat excavator atas perintah Kepala Desa, menyusul lumpuhnya gorong-gorong di bawah badan jalan akibat sedimentasi berat. Warga menegaskan, sedimentasi tersebut berasal dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bulangita, Senin (5/1/26)
    Pembongkaran jalan dilakukan sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan pemukiman warga setelah air bercampur lumpur meluap dan menggenangi wilayah utara jalan blok plan. Gorong-gorong yang seharusnya menjadi jalur aliran air tertutup total endapan material tambang, sehingga air tidak lagi memiliki jalur keluar.
    “Tidak ada pilihan lain. Gorong-gorong tertutup lumpur dari bawah. Jalan blok plan harus dibongkar pakai excavator supaya air bisa mengalir,” ujar warga Desa Palopo.

    Warga menekankan, Desa Palopo merupakan ibukota Kabupaten Pohuwato dan berada di pusat jantung pemerintahan kabupaten. Tersumbatnya gorong-gorong dan banjir sedimentasi di kawasan ini dinilai sebagai alarm serius, karena dampaknya bukan lagi terbatas di desa pinggiran, melainkan langsung menghantam pusat kabupaten.
    Menurut warga, setiap hujan, aliran lumpur dari wilayah PETI Bulangita turun mengikuti jalur air dan menumpuk di saluran drainase, lalu meluap ke kawasan pemukiman Palopo. Tidak hanya itu, air sedimentasi juga mengalir hingga ke kawasan wisata.

    Warga menyebut, aliran air bercampur lumpur dari hulu tambang ilegal juga menuju ke kawasan wisata Pantai Pohon Cinta, ikon wisata Kabupaten Pohuwato. Kondisi ini dikhawatirkan merusak ekosistem pesisir, menurunkan kualitas lingkungan, dan mengancam sektor pariwisata daerah.
    “Kalau pusat kabupaten dan Pantai Pohon Cinta saja sudah terdampak, ini jelas darurat. Ini bukan isu desa lagi, tapi masalah kabupaten,” tegas warga.

    Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Palopo mendesak Pemerintah Daerah, Kapolres Pohuwato, Dandim 1313, serta Forkopimda Pohuwato segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas PETI di Bulangita.
    Warga menilai, pembiaran PETI di hulu telah menimbulkan kerusakan berantai yang kini merembet ke wilayah-wilayah di bawahnya, termasuk:
    Desa Teratai
    Desa Palopo (ibukota dan pusat Kabupaten Pohuwato)
    “Kalau tambang ilegal di Bulangita tidak dihentikan, desa-desa di bawah akan terus jadi korban. Hari ini Palopo, besok bisa lebih parah,” tegas perwakilan warga.
    Hingga berita ini diterbitkan, jalan blok plan Desa Palopo masih dalam kondisi terbuka pasca dibongkar excavator, sementara warga waspada terhadap hujan susulan yang berpotensi kembali membawa gelombang lumpur dari wilayah tambang ilegal. (Tim Redaksi)

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru