- akulturasipost.com, Pohuwato — Jalan blok plan di Desa Palopo terpaksa dibongkar menggunakan alat berat excavator atas perintah Kepala Desa, menyusul lumpuhnya gorong-gorong di bawah badan jalan akibat sedimentasi berat. Warga menegaskan, sedimentasi tersebut berasal dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bulangita, Senin (5/1/26)
Pembongkaran jalan dilakukan sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan pemukiman warga setelah air bercampur lumpur meluap dan menggenangi wilayah utara jalan blok plan. Gorong-gorong yang seharusnya menjadi jalur aliran air tertutup total endapan material tambang, sehingga air tidak lagi memiliki jalur keluar.
“Tidak ada pilihan lain. Gorong-gorong tertutup lumpur dari bawah. Jalan blok plan harus dibongkar pakai excavator supaya air bisa mengalir,” ujar warga Desa Palopo.Warga menekankan, Desa Palopo merupakan ibukota Kabupaten Pohuwato dan berada di pusat jantung pemerintahan kabupaten. Tersumbatnya gorong-gorong dan banjir sedimentasi di kawasan ini dinilai sebagai alarm serius, karena dampaknya bukan lagi terbatas di desa pinggiran, melainkan langsung menghantam pusat kabupaten.
Menurut warga, setiap hujan, aliran lumpur dari wilayah PETI Bulangita turun mengikuti jalur air dan menumpuk di saluran drainase, lalu meluap ke kawasan pemukiman Palopo. Tidak hanya itu, air sedimentasi juga mengalir hingga ke kawasan wisata.Warga menyebut, aliran air bercampur lumpur dari hulu tambang ilegal juga menuju ke kawasan wisata Pantai Pohon Cinta, ikon wisata Kabupaten Pohuwato. Kondisi ini dikhawatirkan merusak ekosistem pesisir, menurunkan kualitas lingkungan, dan mengancam sektor pariwisata daerah.
“Kalau pusat kabupaten dan Pantai Pohon Cinta saja sudah terdampak, ini jelas darurat. Ini bukan isu desa lagi, tapi masalah kabupaten,” tegas warga.Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Palopo mendesak Pemerintah Daerah, Kapolres Pohuwato, Dandim 1313, serta Forkopimda Pohuwato segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas PETI di Bulangita.
Warga menilai, pembiaran PETI di hulu telah menimbulkan kerusakan berantai yang kini merembet ke wilayah-wilayah di bawahnya, termasuk:
Desa Teratai
Desa Palopo (ibukota dan pusat Kabupaten Pohuwato)
“Kalau tambang ilegal di Bulangita tidak dihentikan, desa-desa di bawah akan terus jadi korban. Hari ini Palopo, besok bisa lebih parah,” tegas perwakilan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, jalan blok plan Desa Palopo masih dalam kondisi terbuka pasca dibongkar excavator, sementara warga waspada terhadap hujan susulan yang berpotensi kembali membawa gelombang lumpur dari wilayah tambang ilegal. (Tim Redaksi)






