Terima Kunjungan BWSS II Gorontalo, Bupati Saipul Mbuinga Bahas Penanganan Banjir di dusun Kapali

Tuesday, 6 January 2026 - 06:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,Pohuwato—Bertempat di rumah jabatan, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Kadis PUPR, Risdiyanto Mokodompit, menerima kunjungan pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Gorontalo, Senin (05/01/2026). Kunjungan tersebut dihadiri Moh. Isnaen Mohidin, ST., MT., Roland Kasim, ST., dan Rachmad Adam.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa tim BWSS II Gorontalo telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau usulan pembangunan bronjong serta penambahan ketinggian tanggul di Dusun Kapali, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.

Peninjauan dilakukan menyusul terjadinya banjir bandang yang melanda wilayah tersebut akibat luapan Sungai Hulawa yang tidak mampu dibendung oleh tanggul yang ada saat ini.

Diketahui, kondisi tanggul yang ada sudah hampir sejajar dengan permukaan sungai saat debit air meningkat, sehingga menyebabkan air dengan cepat meluap dan menggenangi permukiman warga. Kurang lebih 20 kepala keluarga terdampak langsung akibat peristiwa banjir bandang tersebut.

Tindak lanjut peninjauan ini merupakan hasil komunikasi intensif antara Bupati Pohuwato dengan Kepala BWSS II Gorontalo.

Pada hari kedua pascabanjir bandang yang terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025, Bupati Saipul A. Mbuinga langsung menghubungi Kepala Balai untuk meminta penambahan ketinggian tanggul sesuai dengan harapan masyarakat terdampak.

Sebagai kepala daerah, Bupati Pohuwato menyampaikan apresiasi kepada pihak BWSS II Gorontalo, khususnya Kepala Balai, yang telah merespons cepat dengan menurunkan tim teknis ke lapangan.

“Terima kasih atas tindak lanjutnya, karena ini menjadi harapan besar masyarakat sekitar. Banjir yang terjadi Selasa lalu berlangsung sangat cepat dan menggenangi puluhan rumah warga,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pohuwato, Risdiyanto Mokodompit, menjelaskan bahwa hasil tinjauan tim BWSS II Gorontalo akan menjadi perhatian serius dan selanjutnya dilaporkan ke Kementerian PUPR.

“Saat ini kami mendampingi tim Balai sudah melihat langsung kondisi di lapangan, dan ini akan ditindaklanjuti ke pemerintah pusat,”jelasnya.

Risdiyanto menambahkan, rencana penanganan yang akan dilakukan mencakup penanganan jangka pendek sambil perencanaan pengendalian banjir jangka panjang agar kejadian yang sama tidak akan terjadi lagi.

Adapun pengendalian jangka pendek akan segera dikerjakan setelah adanya kepastian volume dari hasil analisis terhadap kondisi yang ada, mengingat adanya alokasi anggaran di BWSS namun masih sangat terbatas dari pemerintah pusat.

“BWSS II Gorontalo tidak hanya akan melakukan penambahan ketinggian tanggul, tetapi juga pembangunan bronjong sebagai upaya pengendalian banjir yang lebih permanen,”tutup Risdiyanto.

TIM REDAKSI

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru