Akulturasipost,Pohuwato – Peringatan Hari Desa Nasional tingkat Kabupaten Pohuwato yang digelar di Taman Pemuda, Blok Plan Perkantoran, Kamis (15/01/2026), berlangsung khidmat dan sarat makna. Pada momentum tersebut, Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, secara resmi mengukuhkan Komunitas Purna Bakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia (KOMPAKDESI) Kabupaten Pohuwato dengan ketua Iskandar Dalangko.
Selain pengukuhan KOMPAKDESI, Wakil Bupati Pohuwato bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, SP, serta perwakilan perbankan, turut menyerahkan bantuan alat tangkap ikan secara simbolis kepada 12 Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Bantuan tersebut berjumlah 244 unit dan diperuntukkan bagi 122 nelayan di Kabupaten Pohuwato sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyerahkan Pagu Dana Alokasi Anggaran Desa Tahun 2026 kepada perwakilan tiga desa, masing-masing Desa Pohuwato Timur Kecamatan Marisa, Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa, dan Desa Ayula Kecamatan Randangan. Selain itu, bonus kejuaraan Lomba Desa tingkat Kabupaten Pohuwato Tahun 2025 diserahkan kepada Desa Dambalo Kecamatan Popayato, Desa Tirto Asri Kecamatan Taluditi, dan Desa Karangetan Kecamatan Dengilo.
Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Pohuwato yang harus menghadiri agenda penting di Kementerian Pekerjaan Umum terkait finalisasi pembangunan Kantor Bupati Pohuwato.
“Bapak Bupati memandatkan kepada kami untuk menghadiri kegiatan ini sekaligus menyampaikan salam hormat kepada seluruh aparat desa dan BPD se-Kabupaten Pohuwato,” ujar Iwan.
Wabup menjelaskan, peringatan Hari Desa Nasional tahun ini mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia; Desa Terdepan untuk Indonesia; Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045.” Ia menegaskan bahwa Dana Desa tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga diperlukan perencanaan dan kebijakan yang lebih cermat serta tepat sasaran.
“Setiap penggunaan anggaran desa harus benar-benar memberi manfaat maksimal bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi desa-desa yang telah berinovasi dan kreatif dalam membangun infrastruktur dasar, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia desa. Wabup mengimbau kepala desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk terus meningkatkan kapasitas, menetapkan prioritas pembangunan secara bijak, serta melakukan pemantauan dan evaluasi berkala agar program berjalan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Wabup Iwan menekankan peran strategis camat sebagai pembina dan penggerak pembangunan desa. Menurutnya, camat tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pembimbing dan pendorong profesionalisme kepala desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pohuwato, Kadir Amran, melaporkan bahwa peringatan Hari Desa Nasional secara nasional dipusatkan di Boyolali. Ia menambahkan, Kabupaten Pohuwato menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Gorontalo yang melaksanakan peringatan Hari Desa Nasional di tingkat kabupaten.
Kadir Amran menjelaskan bahwa peringatan ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan kewenangan luas kepada desa untuk menentukan kebijakan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Terkait kondisi keuangan desa, ia mengungkapkan bahwa Dana Desa tahun 2026 mengalami penurunan hingga 60 persen, sehingga menuntut adanya kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“PMD sebagai instansi teknis terus memberikan bimbingan dan regulasi. Kami berharap kolaborasi antara dinas teknis dan pemerintah kecamatan dapat semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Menutup laporannya, Kadir Amran menyampaikan apresiasi kepada desa-desa yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai ajang penilaian dan lomba desa. Peringatan Hari Desa Nasional ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah menuju desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tim redaksi






