Akulturasipost, Limboto—Pemerintah Kabupaten Gorontalo menegaskan komitmennya menjaga denyut ekonomi transportasi rakyat. Melalui Dinas Perhubungan, anggaran sebesar Rp910,5 juta dialokasikan pada Tahun Anggaran 2026 untuk pemberian voucher bahan bakar minyak (BBM) bagi pengemudi bentor, kendaraan khas yang menjadi tulang punggung mobilitas warga.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo, Irawaty Usman, menjelaskan program ini menyasar 3.642 pengemudi bentor yang tergolong ekonomi rentan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5. Setiap penerima akan memperoleh voucher BBM setara 25 liter, yang direncanakan mulai disalurkan pada bulan ketiga tahun berjalan dengan pengawasan berlapis.
“Skema voucher dipilih agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan langsung meringankan biaya operasional harian para pengemudi,” kata Irawaty, menegaskan bahwa mekanisme ini dirancang untuk menutup celah penyimpangan.
Menurutnya, peran bentor tidak sekadar sebagai alat transportasi, tetapi juga penggerak roda ekonomi, terutama di kawasan pedesaan hingga permukiman padat perkotaan. Bentor menjadi sarana distribusi orang dan barang yang sulit tergantikan oleh moda transportasi lain.
“Menjaga keberlanjutan usaha pengemudi berarti menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Jika transportasi rakyat terganggu, dampaknya akan berantai ke sektor lain,” ujarnya.
Melalui kebijakan ini, Dinas Perhubungan memperkuat posisinya sebagai salah satu dari 12 organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu UMKM di Kabupaten Gorontalo yang fokus pada perlindungan ekonomi pelaku usaha kecil. Pemerintah daerah berharap pengurangan beban operasional tersebut dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga para pengemudi bentor.
Tim redaksi






