Dua Dosen Lemhannas Bertemu di Gorontalo: Pangdam XIII/Merdeka dan Gubernur Gusnar Ismail Perlihatkan Harmoni Sipil–Militer

Wednesday, 21 January 2026 - 01:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

Akulturasipost,Gorontalo—Kunjungan kerja Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus ke Provinsi Gorontalo, Selasa (20/1/2026), menghadirkan momen sakral yang sarat makna kebangsaan. Di balik agenda resmi militer, pertemuan Pangdam dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyita perhatian publik, lantaran keduanya merupakan figur strategis nasional yang sama-sama mengabdikan diri sebagai dosen di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

Pertemuan tersebut ditandai dengan sikap saling memberi hormat antara dua insan pengabdi negara yang berada pada jalur pengabdian berbeda, militer dan sipil. Gestur sederhana namun penuh makna itu mencerminkan etika kepemimpinan, kedewasaan institusional, serta komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Bagi Gorontalo, momen ini sekaligus menegaskan kapasitas Gubernur Gusnar Ismail sebagai kepala daerah dengan rekam jejak nasional dan jejaring lintas profesi yang kuat.

Mayjen TNI Mirza Agus tiba di Bumi Serambi Madinah didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIII/Merdeka, Ny. Lely Mirza. Kedatangannya disambut secara khidmat melalui upacara adat Mopotilolo yang digelar di Markas Korem 133/Nani Wartabone. Prosesi adat tersebut diawali dengan tabuhan genderang tradisional serta penampilan Tari Longgo, tarian perang khas Gorontalo yang melambangkan keberanian, kehormatan, dan kesiapsiagaan menjaga daerah.

Pelaksanaan upacara Mopotilolo dalam agenda kenegaraan ini menegaskan komitmen Gubernur Gusnar Ismail dalam merawat dan menempatkan adat serta kearifan lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari tata pemerintahan. Bagi masyarakat Gorontalo, tradisi bukan sekadar simbol seremonial, melainkan nilai hidup yang menyatu dengan kepemimpinan dan penghormatan terhadap tamu negara.

Lebih dari sekadar kunjungan kerja, pertemuan dua dosen Lemhannas RI ini memancarkan pesan kuat tentang harmoni dan sinergi sipil–militer. Di tengah dinamika kebangsaan, kebersamaan dua figur strategis tersebut menjadi cermin bahwa kolaborasi, saling menghormati, dan kesetiaan pada nilai-nilai kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎
Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026
Menyalakan Semangat Belajar dari Desa, MI Ibnu Syabil Weer Ohoiker, Nani Kurratul Aini, Perkuat Literasi Siswa Lewat Program Belajar Malam
IMM Gorontalo Soroti Dugaan Teror terhadap Arya Sahrain, Desak Penegakan Hukum
Dari Tanah Gorontalo ke Sumatera Utara, IPDA Unedo Fransisco Menorehkan Jejak Pengabdian

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 10:22

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita

Monday, 26 October 2026 - 10:17

Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Sunday, 25 October 2026 - 15:16

Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Saturday, 24 October 2026 - 15:55

Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎

Saturday, 24 October 2026 - 15:21

Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026

Berita Terbaru