Demo Masyarakat Penambang Masuk Hari Kedua, massa Aksi Jemur Kaos hingga pakaian dalam

Tuesday, 12 May 2026 - 01:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase Massa aksi yang menginap dan menggantung pakaian hingga pakaian dalam di depan Kantor Bupati/Dok.Akulturasipost

Foto kolase Massa aksi yang menginap dan menggantung pakaian hingga pakaian dalam di depan Kantor Bupati/Dok.Akulturasipost

Akulturasipost, Pohuwato—Aksi unjuk rasa masyarakat penambang di Kabupaten Pohuwato terus berlanjut hingga hari kedua, Selasa (12/05/2026). Setelah menduduki dan bermalam di pelataran Kantor Bupati Pohuwato sejak Senin kemarin, massa aksi kembali melanjutkan demonstrasi sejak pagi hari.

Pantauan di lokasi, sejak pukul 06.00 Wita massa aksi telah mengaktifkan sound system dan mulai menyampaikan orasi secara bergantian. Sejumlah penambang tampak membentangkan tali serta menggantung pakaian mereka hingga pakaian dalam di area pelataran kantor bupati sebagai tanda mereka bertahan hingga ada kepastian sikap dari pemerintah daerah.

Suasana demonstrasi terlihat tetap ramai dengan para orator yang terus menyuarakan tuntutan mereka. Massa berharap Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dapat hadir langsung menemui masyarakat serta memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi pasca aktivitas pertambangan rakyat terganggu.

Salah satu orator aksi, Sonni Samoe, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai belum memberikan rasa keadilan bagi para penambang rakyat.

“Kami ini adalah anak-anakmu. Diibaratkan ayam, Bupati Saipul Mbuinga adalah induk ayam. Oleh induknya, anak-anak ayam ini bukan hanya diberi makan tetapi juga dilindungi dari apa pun yang mengancam. Namun kenyataannya kini berbanding terbalik, induk kami bahkan hilang entah ke mana saat kami datang mengadu dan meminta keadilan,” ujar Sonni dalam orasinya.

Massa aksi menegaskan akan tetap bertahan hingga ada kejelasan sikap pemerintah daerah terkait tuntutan mereka.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan akan turun langsung bersama masyarakat penambang ke lokasi tambang di Hulawa pada pukul 10.00 Wita guna meninjau kondisi di lapangan serta mencari solusi atas konflik yang terjadi.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer
LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi
Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes
Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot
Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju
Bupati dan Wabup “HILANG”, Demonstran Penambang Tradisional kecewa pilih Tunda kunjungan Lapangan bersama DPRD
Demo Penambang Pohuwato nyaris ricuh, Pemda dan DPRD Akui Tak Mampu Bendung Penggusuran:”Kami Juga Terancam”
Penambang Rakyat Memasak di Kantor Bupati Pohuwato,Ancam hingga Menginap sampai Ada Jaminan Aktivitas Tambang Tak Diganggu Perusahaan
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 13 May 2026 - 12:24

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer

Wednesday, 13 May 2026 - 12:07

LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi

Wednesday, 13 May 2026 - 11:31

Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes

Tuesday, 12 May 2026 - 09:26

Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot

Tuesday, 12 May 2026 - 08:45

Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju

Berita Terbaru