Penambang Rakyat Memasak di Kantor Bupati Pohuwato,Ancam hingga Menginap sampai Ada Jaminan Aktivitas Tambang Tak Diganggu Perusahaan

Monday, 11 May 2026 - 06:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Aksi memasak dan makan di depan kantor Bupati Pohuwato/dok Akulturasipost

Massa Aksi memasak dan makan di depan kantor Bupati Pohuwato/dok Akulturasipost

Akulturasipost, POHUWATO – Ratusan penambang rakyat menggelar aksi pendudukan di Kantor Bupati Pohuwato sebagai bentuk protes terhadap dugaan pengrusakan alat-alat pertambangan tradisional yang disebut dilakukan di wilayah aktivitas tambang masyarakat.(11/05/2026) 

Massa aksi mendesak Pemerintah Kabupaten Pohuwato segera mengambil sikap tegas dan memberikan jaminan perlindungan terhadap aktivitas pertambangan rakyat yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Dalam aksi tersebut, para penambang bahkan menyatakan tidak akan meninggalkan area Kantor Bupati sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah. Mereka mengancam akan bertahan dengan melakukan aktivitas sehari-hari di lokasi aksi, mulai dari memasak, makan hingga tidur di lingkungan kantor pemerintahan tersebut.

“Dorang datang so kase ilang torang pe tampa makang jadi torang tidak akan pulang sebelum pemerintah daerah menjamin torang. Pokoknya mo ba masak di sini, mo makan di sini, mo tidor di sini,” ujar salah seorang penambang di tengah aksi.

Suasana di Kantor Bupati Pohuwato pun dipenuhi massa yang terus menyuarakan tuntutan mereka. Para penambang menilai tindakan pengrusakan alat tambang tradisional telah merugikan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan rakyat.

Koordinator lapangan aksi, Riefky Atthauhillah, menegaskan massa akan tetap bertahan hingga ada kepastian dari pemerintah daerah.

“Massa aksi tidak pulang sebelum Bupati atau Wakil Bupati memberikan jaminan kepada kami,” tegas Riefky kepada awak media.

Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat dan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di halaman Kantor Bupati Pohuwato sambil menunggu respons resmi dari pemerintah daerah terkait tuntutan mereka.(Redaksi/S.Amu) 

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer
LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi
Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes
Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot
Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju
Bupati dan Wabup “HILANG”, Demonstran Penambang Tradisional kecewa pilih Tunda kunjungan Lapangan bersama DPRD
Demo Masyarakat Penambang Masuk Hari Kedua, massa Aksi Jemur Kaos hingga pakaian dalam
Demo Penambang Pohuwato nyaris ricuh, Pemda dan DPRD Akui Tak Mampu Bendung Penggusuran:”Kami Juga Terancam”
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 13 May 2026 - 12:24

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer

Wednesday, 13 May 2026 - 12:07

LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi

Wednesday, 13 May 2026 - 11:31

Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes

Tuesday, 12 May 2026 - 09:26

Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot

Tuesday, 12 May 2026 - 08:45

Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju

Berita Terbaru