AkulturasiPost,Pohuwato – Hari kedua aksi Demo LSM LABRAK bersama para penambang tradisional yang memperjuangkan hak masyarakat di wilayah Nanasi, Borose, Alamotu dan sekitarnya memasuki babak baru, mereka memutuskan membatalkan rencana kunjungan lapangan bersama anggota DPRD Pohuwato ke lokasi talang-talang sederhana milik warga.(12/05/2026)
Keputusan tersebut diambil menyusul belum hadirnya Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato dalam menyikapi persoalan yang tengah dihadapi masyarakat penambang rakyat. Hingga kini, kedua pimpinan daerah itu dinilai belum turun langsung menemui warga yang sedang menanti perhatian dan kepastian dari pemerintah daerah.
Presiden LSM LABRAK, Riefqy Athaullah, selaku penanggung jawab aksi, menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya berharap ada keterlibatan langsung pemerintah daerah sebelum agenda kunjungan lapangan dilakukan.
“Kami memutuskan menunda kunjungan karena sampai hari ini Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato belum juga hadir menemui masyarakat. Jangan sampai rakyat merasa dibiarkan sendiri menghadapi persoalan ini,” ujar Riefqy.
Menurutnya, talang-talang sederhana yang digunakan masyarakat bukan merupakan aktivitas pertambangan berskala besar, melainkan cara masyarakat kecil mempertahankan hidup di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
Ia menilai masyarakat penambang tradisional hanya menginginkan ruang hidup dan perhatian pemerintah terhadap aktivitas yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Sebelumnya, DPRD Pohuwato juga disebut mengakui keterbatasannya dalam menghadapi persoalan pertambangan yang melibatkan kekuatan perusahaan besar di daerah tersebut.
Riefqy menambahkan, masyarakat berharap pemerintah daerah segera hadir untuk mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memberikan kepastian terhadap nasib para penambang tradisional.
“Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati segera muncul dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut,” tutupnya.






