Akulturasipost,Pohuwato— Pemerintah Kabupaten Pohuwato membuka pintu lebar bagi peluang investasi asing di sektor agrikultur modern. Hal ini tercermin dalam pertemuan penjajakan investasi bersama investor asal Korea Selatan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Pohuwato, Rabu (21/01/2026).
Investor Korea Selatan, Choi Byeong Moon, hadir bersama tim yang terdiri dari David Hermawan, Untung Hendra Sukawati, serta Ibu Arum sebagai penerjemah. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, didampingi Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mahyudin Ahmad, Kepala Bappeda Rustam Melleng, serta Kepala Dinas Pertanian Kamri Alwi.
Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada investor Korea Selatan atas ketertarikan menjajaki kerja sama di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi peluang strategis untuk mendorong transformasi sektor pertanian dan peternakan menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
“Pohuwato memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pertanian, peternakan, dan pangan. Investasi seperti ini kami harapkan dapat meningkatkan produktivitas, memberi nilai tambah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani serta peternak lokal,” ujar Bupati Saipul.
Ia menambahkan, Kabupaten Pohuwato selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Gorontalo. Potensi lahan yang luas dan sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan melalui perencanaan pembangunan yang terarah dan terintegrasi.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap masuknya investasi, khususnya di sektor strategis pangan dan peternakan. Dukungan yang diberikan meliputi penyediaan data dan informasi, kemudahan koordinasi lintas perangkat daerah, hingga pendampingan dalam proses investasi.
“Kami juga mendorong sinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah pusat agar investasi yang masuk benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Pohuwato Rustam Melleng mengungkapkan bahwa berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), rencana pengembangan lokasi investasi diarahkan ke Kecamatan Taluditi. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi dan kesesuaian untuk pengembangan peternakan modern.
Ia berharap hasil pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan. “Langkah selanjutnya kami harapkan adalah peninjauan langsung ke lokasi agar investor dapat melihat secara nyata potensi dan kesiapan daerah,” pungkas Rustam.
Penjajakan investasi ini diharapkan menjadi awal kerja sama jangka panjang yang mampu memperkuat posisi Pohuwato sebagai pusat pengembangan agrikultur dan peternakan modern di kawasan Gorontalo.






