Muncul di RDP, Yosar Ruiba Jadi Sorotan: Penambang yang Membela Petani di Tengah Lumpur Sedimentasi

Wednesday, 28 January 2026 - 08:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POHUWATO – Nama Yosar Ruiba menjadi pusat perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Pohuwato, Rabu, 28/01/2026) yang membahas penderitaan petani akibat dampak aktivitas pertambangan di wilayah hulu. Di tengah forum panasnya, Yosar tampil sebagai satu-satunya tokoh penambang yang secara terbuka hadir dan menunjukkan keberpihakan nyata kepada petani.
Selama ini, sedimentasi yang berasal dari PETI maupun aktivitas perusahaan tambang telah memperparah kondisi sungai dan saluran irigasi, membuat sawah petani sering terendam lumpur dan aliran air terganggu. Namun, dari sekian banyak penambang yang beroperasi di areal pertambangan rakyat, hanya Yosar Ruiba yang secara konsisten turun langsung melakukan pengerukan sedimentasi di aliran sungai dan mengairi warga.

Kehadiran Yosar dalam RDP menjadi simbol bahwa tidak semua penambang menutup mata terhadap penderitaan petani. Ia dikenal aktif membangun sinergitas antara penambang dan petani, dengan pendekatan praktis: membantu pengerukan lumpur, membuka kembali aliran air, dan meminimalkan dampak sedimentasi terhadap sawah.
“Kami ingin mencari solusi terkait legalitas pertambangan rakyat. Penambang sering disudutkan, padahal kami juga bagian dari masyarakat. Saya berkomitmen menjaga sinergi antara petani dan penambang demi keinginan hidup bersama, tanpa ada pihak yang dirugikan,” tegas Yosar dalam forum RDP.

Petani Angkat Topi, Yosar Diapresiasi
Dalam forum tersebut, para petani melalui Abdul Rahman Lukum secara terbuka menyampaikan penghargaan atas kontribusi aktif Yosar Ruiba. Mereka menilai langkah-langkah konkret yang dilakukan Yosar telah membantu meringankan beban petani yang selama ini terdampak sedimentasi.
“Di lapangan, kami melihat langsung siapa yang benar-benar membantu. Yosar Ruiba turun dan bekerja. Itu yang kami rasakan,” ujar Abdul Rahman Lukum di hadapan DPRD.

RDP juga memperkuat desakan agar pemerintah segera merealisasikan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sebagai sandaran legalitas bagi aktivitas penambang rakyat. Para petani dan penambang menilai, tanpa Izin Pertambangan Rakyat, maka penambang akan terus berada di wilayah abu-abu: penambang disudutkan, sementara dampak lingkungan dan sosial tidak ditangani secara sistematis.
Menurut para peserta RDP, kehadiran penambang yang memiliki komitmen sosial seperti Yosar Ruiba justru menunjukkan bahwa legalisasi pertambangan rakyat dapat menjadi jalan tengah, agar aktivitas penambangan lebih terkontrol, bertanggung jawab, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta pertanian.

Figur Kontroversial, Tapi Dianggap Solusi oleh Petani
Di tengah stigma negatif terhadap penambang, Yosar Ruiba kini muncul sebagai figur yang kontroversial sekaligus dianggap solusi oleh sebagian petani. Bagi mereka, yang terpenting bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.
Fenomena ini membuka babak baru dalam hubungan antara petani dan penambang di Pohuwato: dari konflik menuju upaya sinergi, dengan tuntutan yang jelas kepada pemerintah untuk tidak lagi membiarkan kekosongan kebijakan terkait legalitas pertambangan rakyat. (Tim redaksi)

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru