Misi Doa dari Bumi Pohuwato: Keberangkatan Kloter 40 ke Tanah Suci

Thursday, 29 January 2026 - 05:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,Pohuwato – Suasana khidmat mengiringi pelepasan 68 jemaah umrah asal Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Rabu (28/01/2026) siang. Di Pelataran Masjid Agung Baiturrahim, doa dan harapan mengalir lirih dari keluarga, pemuka agama, dan pemerintah yang hadir, melepas langkah saudara-saudaranya menuju panggilan Ilahi.

Dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Pohuwato, Iskandar Datau, jemaah kloter 40 Zam-Zam Group Tour and Travel ini menjadi bagian dari gelombang spiritual yang justru meningkat di tengah tantangan ekonomi. Dalam sambutannya, Iskandar menyoroti fenomena ini sebagai sebuah keteguhan iman.

“Sungguh luar biasa, di tengah kondisi nasional yang mengalami tekanan ekonomi, panggilan Allah untuk perjalanan suci ini hampir tak berpengaruh,” ujar Iskandar, mengungkapkan kekagumannya. Ia menambahkan, minat masyarakat untuk umrah dan haji justru naik, tercermin dari penyesuaian kebijakan antrean haji yang kini diseragamkan.

Keberangkatan Kamis (29/01/2026) ini adalah yang kedua di Pohuwato pada Januari 2026 saja. “Mari kita syukuri, karena niat baik kita telah dikabulkan,” serunya.

Tidak sekadar perjalanan ibadah individu, Sekda berharap perjalanan ini menjadi wasilah turunnya keberkahan dan perlindungan bagi tanah kelahiran mereka. “Mendoakan daerah dan bangsa Indonesia selama di Tanah Suci,” pesannya kepada jemaah yang akan bergabung dengan 238 jemaah lainnya se-Gorontalo, sehingga total kloter menjadi 306 orang.

Didampingi Ketua MUI Pohuwato Ustaz Fahri Djafar dan perwakilan Kementerian Agama, pelepasan ini penuh dengan pesan spiritual. Doa utama terucap: agar semua jemaah diberi kelancaran, kekhusyukan, dan kembali dengan selamat ke pangkuan keluarga, membawa pulang amaliah dan perubahan hati yang lebih baik.

Perjalanan 12 hari di Tanah Suci yang akan mereka jalani bukan hanya tentang thawaf dan sa’i, tetapi juga tentang membawa harapan kolektif sebuah kabupaten, serta bukti nyata bahwa dalam berbagai kondisi ekonomi, hasrat untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa tetaplah menjadi kompas yang paling teguh bagi umatnya.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru