Tiga Kali Dilalap Api, Rumah Pasutri di Palopo Kembali Hangus: Bupati Pohuwato Turun Langsung Beri Perhatian

Thursday, 29 January 2026 - 06:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, Pohuwato — Nasib pilu kembali menimpa pasangan suami istri asal Dusun Mekar Indah, Desa Palopo, Kecamatan Marisa. Rumah papan sederhana yang menjadi satu-satunya tempat berlindung Azis Suko (60) dan Hawaria Olii (46) kembali dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin malam (26/01/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.

Ironisnya, saat api melahap rumah tersebut, kedua korban tidak berada di tempat. Mereka tengah menghadiri hajatan keluarga di wilayah Kecamatan Marisa. Kabar kebakaran baru mereka terima setelah pulang dan diberitahu kerabat di sebuah warung tak jauh dari lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, rumah yang selama ini mereka tempati telah rata dengan tanah. Tak satu pun harta benda berhasil diselamatkan, kecuali pakaian yang melekat di badan. Seluruh isi rumah, termasuk dua koli beras, hangus terbakar.

Peristiwa ini kian memilukan karena bukan kali pertama dialami pasangan tersebut. Selama delapan tahun bermukim di rumah yang berada di belakang Kantor KPU Pohuwato, mereka tercatat telah tiga kali mengalami kebakaran, masing-masing pada 2022, 2024, dan kembali terjadi di awal 2026.

Perhatian serius pun datang dari Pemerintah Daerah. Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Camat Marisa Usman Bay, Kabag Prokopim Ikbal Mbuinga, serta Kepala Desa Palopo Agus Hulabangga, turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Rabu (28/01/2026) untuk melihat kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril.

Bupati Saipul menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa korban, terlebih kebakaran terjadi berulang kali di lokasi yang sama.

“Ini sudah yang ketiga kalinya, selang dua tahun sejak kejadian pertama pada 2022. Kejadian seperti ini perlu ditelusuri lebih dalam, apalagi di rumah tersebut tidak terdapat aliran listrik,” ungkap Bupati.

Ia menegaskan, meski kebakaran merupakan musibah, penyebabnya tetap perlu dikaji secara serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Bupati juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan sumber api di rumah.

“Penggunaan obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat bahan mudah terbakar, atau lampu botol sebagai penerangan tradisional, sangat berisiko memicu kebakaran. Termasuk jangan meninggalkan rumah dalam kondisi sumber api masih menyala,” pesannya.

Di lokasi yang sama, Bupati Pohuwato turut menyaksikan pendirian hunian sementara (Huntara) oleh Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pendirian Huntara tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial, Risna R. Laisa, sebagai tempat tinggal sementara bagi korban.

Selain itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan bencana non-alam berupa paket kebutuhan dasar, meliputi makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk, kasur lipat, selimut, family kit, terpal, sandang dewasa, serta tenda keluarga.

Melihat kondisi korban, Bupati Saipul juga langsung berkoordinasi dengan Ketua Baznas Pohuwato, berharap adanya bantuan tambahan guna meringankan beban pasutri yang sehari-hari berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial, Risna R. Laisa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Marisa dan Pemerintah Desa Palopo atas dukungan dan kolaborasi dalam pendirian Huntara. Ia berharap korban dapat merasa lebih aman dan nyaman tinggal sementara sambil menunggu proses penanganan lanjutan dan perbaikan rumah.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru