ANGKA Rp16,8 TRILIUN MENGGUNCANG POHUWATO Pendiri LABRAK Serahkan Laporan ke Kejati Gorontalo

Thursday, 12 February 2026 - 10:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost.com, Pohuwato – Pendiri LSM Lembaga Aksi Bela Rakyat (LABRAK), Sonni Samoe, resmi menayangkan laporan dugaan skandal tata kelola perkebunan di Kabupaten Pohuwato hingga Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Kamis, (12/2/2026). Laporan tersebut memuat kajian investigatif yang menyebut potensi nilai ekonomi hilang mencapai Rp16,8 triliun akibat dugaan pengelolaan lahan yang tidak optimal selama bertahun-tahun.

Laporan ke Kejati Gorontalo menjadi langkah pertama dari rangkaian pengaduan. LABRAK menyatakan minggu depan akan mengajukan permintaan audit investigatif ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI.

“Hari ini kami resmi menyerahkan laporan ke Kejaksaan Tinggi. Minggu depan kami lanjutkan ke BPK dan Ombudsman agar semua aspek diuji,” ujar Sonni Samoe.

Kajian LABRAK membedakan antara nilai ekonomi hilang Rp16,8 triliun dan potensi kerugian fiskal negara langsung yang diperkirakan mencapai Rp3,9 triliun.

Hingga berita ini diturunkan, Kejati Gorontalo belum memberikan keterangan resmi. Namun sumber internal menyebut laporan telah diterima dan masuk tahap verifikasi awal.

Sorotan terhadap perkebunan Pohuwato kini memasuki babak baru. (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru