Pengerjaan Jaringan Sekunder di Duhiadaa Diduga Tersendat: Sepi Pekerja, Pengawasan Ketat Dipertanyakan

Thursday, 26 February 2026 - 04:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

Akulturasipost,Pohuwato — Program pembangunan sektor pertanian yang digadang-gadang mampu mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Pohuwato kembali menuai sorotan. Di tengah besarnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait, pelaksanaan di lapangan justru memperlihatkan potret yang kontras.

Pekerjaan saluran jaringan sekunder di salah satu desa di Kecamatan Duhiadaa terpantau belum berjalan optimal. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap kualitas pelaksanaan proyek yang seharusnya menjadi penopang utama produktivitas pertanian masyarakat.

Pantauan di lokasi pada Senin (23/2/2026) menunjukkan aktivitas pekerjaan nyaris terhenti. Tidak terlihat adanya pekerja maupun progres signifikan di lapangan. Situasi ini diperkuat oleh pengakuan dua pekerja yang ditemui pada Rabu (25/2/2026), yang menyebut bahwa mereka baru mulai bekerja sehari sebelumnya.

“Baru dua orang yang kerja, itu juga mulai kemarin,” ungkap salah satu pekerja.

Minimnya tenaga kerja dan lambatnya progres dikhawatirkan akan berdampak pada molornya penyelesaian proyek. Padahal, pekerjaan ini berada dalam pengawasan pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang semestinya menjamin akuntabilitas dan ketepatan waktu pelaksanaan.

Sorotan juga mengarah ke peran Balai Sungai Gorontalo sebagai pihak terkait yang diharapkan segera mengambil langkah tegas. Teguran hingga evaluasi terhadap pelaksana proyek dinilai penting guna memastikan mutu pekerjaan tetap terjaga.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek yang disebut merupakan subkontraktor dari PT Brantas belum memberikan klarifikasi resmi. Saat dikonfirmasi, pelaksana di lapangan hanya memberikan jawaban singkat.

“Nanti kita ketemu, Pak,” ujar Bobi singkat.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran publik bahwa proyek strategis yang menyangkut hajat hidup petani justru berjalan tanpa pengawasan efektif di lapangan. Jika tidak segera dibenahi, bukan hanya target pembangunan yang terancam, tetapi juga harapan petani terhadap peningkatan kesejahteraan bisa kembali tertunda.

Berita Terkait

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi
SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 11:32

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Berita Terbaru