Misteri Kematian Pemuda di PETI Bulangita: Polres Pohuwato Siapkan Autopsi, Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Friday, 6 March 2026 - 15:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,Pohuwato— kematian seorang pemuda asal Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, yang ditemukan tak bernyawa di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bulangita, mulai mendapat perhatian serius aparat penegak hukum. Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato memastikan akan melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, mengatakan proses autopsi dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang dengan melibatkan tim medis dari RSUD Bumi Panua. Langkah tersebut diambil untuk memastikan secara ilmiah apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban meninggal dunia.

“Bekerja sama dengan RSUD Bumi Panua, kami akan melaksanakan autopsi. Rencananya dilakukan pada hari Senin. Untuk hasilnya nanti kita menunggu keterangan dari dokter terkait penyebab kematian korban,” ujar Busroni saat kegiatan buka puasa bersama jurnalis, Jumat (06/03/2026).

Menurutnya, hingga saat ini kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena proses pemeriksaan medis belum dilakukan. Oleh sebab itu, penyidik masih menunggu hasil autopsi sebagai dasar untuk menentukan arah penyelidikan lebih lanjut.

Kasus kematian pemuda tersebut sebelumnya memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terutama karena lokasi ditemukannya jenazah berada di area pertambangan emas ilegal yang selama ini dikenal rawan konflik dan kecelakaan kerja.

Meski demikian, Kapolres menegaskan pihaknya akan bekerja secara profesional dan mengedepankan pembuktian ilmiah sebelum menyampaikan kesimpulan resmi kepada publik.

“Kami masih menunggu proses autopsi. Setelah itu baru dapat diketahui secara pasti penyebab kematian korban,” tegasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara terbuka setelah hasil resmi dari tim medis dan penyidik diterima.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, mengingat kawasan PETI Bulangita kerap disebut sebagai wilayah yang menyimpan berbagai persoalan, mulai dari aktivitas pertambangan ilegal hingga potensi risiko keselamatan bagi para pekerja di dalamnya.

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru