Tragedi di PETI Potabo: Excavator Hyundai Tertimbun Longsor, Operator Diduga Masih di Dalam

Saturday, 7 March 2026 - 12:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, Pohuwato—Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban risiko. Sebuah lokasi tambang emas ilegal di kawasan Potabo, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, dilaporkan longsor pada Sabtu (7/3/2026) dini hari.

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar satu menit yang beredar di kalangan warga. Dalam rekaman tersebut terlihat massa tanah dari bagian atas lokasi tambang tiba-tiba runtuh dan mengalir ke bawah, menimbun satu unit alat berat Hyundai Excavator yang sedang berada di area kerja para penambang ilegal.

Suara kepanikan terdengar dari warga di sekitar lokasi saat longsor terjadi.

“Awas longsor! Alat tertimbun, ada orang di alat. Kurang depe baket,” teriak seorang warga dalam rekaman video tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 WITA, saat aktivitas penambangan ilegal masih berlangsung. Longsoran tanah menimbun excavator hingga bagian roda dan dek kemudi, menyisakan hanya bagian bucket yang masih terlihat dari permukaan tanah.

Kuat dugaan, saat alat berat tersebut tertimbun, masih terdapat operator yang berada di balik kemudi. Namun hingga kini kondisi operator itu belum dapat dipastikan.

Di lokasi tambang ilegal Potabo juga terlihat sejumlah fasilitas darurat berupa camp yang diduga digunakan para pelaku penambangan untuk beristirahat. Selain itu, terdapat satu unit excavator lain yang berada tidak jauh dari titik longsor dan selamat karena tidak berada di jalur runtuhan tanah.

Belum diketahui pasti siapa pihak yang mengendalikan aktivitas tambang ilegal tersebut. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan PETI di wilayah itu masih terus berlangsung meskipun sebelumnya telah mendapat perhatian dan larangan dari aparat penegak hukum.

Ironisnya, aktivitas pertambangan tanpa izin di sejumlah titik di Kecamatan Buntulia dan Kecamatan Marisa hingga kini masih terlihat beroperasi. Peristiwa longsor di Potabo kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik tambang ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan pekerja maupun lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum mengeluarkan keterangan resmi terkait insiden longsor tersebut maupun dugaan adanya korban yang tertimbun di lokasi tambang ilegal Potabo.

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru