Istilah Baru siswa“Menu Beracun Gratis” di SDN 07 Marisa: Roti Berjamur dan Pisang Busuk Picu Kemarahan Orang

Tuesday, 10 March 2026 - 04:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Akulturasipost,  Pohuwato —Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi siswa justru menuai sorotan tajam di SDN 07 Marisa. Pada menu yang dibagikan kepada siswa pada Senin (10/03/2026), ditemukan roti yang sudah berjamur serta pisang yang hampir membusuk dan dinilai tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak.

Temuan tersebut langsung memicu keresahan di kalangan orang tua siswa. Sejumlah wali murid bahkan menyebut kondisi makanan tersebut sebagai “Menu Beracun Gratis”, karena dinilai sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi oleh anak-anak.
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengaku geram melihat kondisi makanan yang dibagikan kepada para siswa. Ia menilai kelalaian seperti ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kesehatan anak-anak.
“Kalau makanan seperti itu dimakan anak saya, pasti bisa sakit. Ini sangat merugikan. Jangan sampai program yang katanya bergizi justru membahayakan anak-anak,” tegasnya dengan nada kecewa.
Menurut para orang tua, program MBG seharusnya menghadirkan makanan sehat dan layak konsumsi, bukan justru makanan yang kualitasnya diragukan. Mereka mendesak pihak penyelenggara untuk melakukan evaluasi serius terhadap kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Fenomena ini juga memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan terhadap penyediaan menu MBG di sekolah. Pasalnya, program yang dirancang untuk meningkatkan gizi siswa justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila standar kebersihan dan kelayakan makanan tidak diperhatikan.
Para orang tua berharap pemerintah daerah serta pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap penyedia makanan dalam program tersebut. Mereka menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar menggugurkan kewajiban menjalankan program.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi
SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 11:32

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Berita Terbaru