“Diseret Tanpa Bukti di Pasar Marisa: Nasib Pahit Tahir Mulia dan Arogansi sang Oknum Aparat”

Monday, 23 March 2026 - 08:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Akulturasipost, Pohuwato—Peristiwa yang mengguncang rasa keadilan publik terjadi pada Kamis lalu, 19 Maret 2026, sekitar pukul 08.00 WITA di Pasar Marisa. Seorang warga bernama Tahir Mulia(67) diperlakukan secara tidak manusiawi—diseret-seret di tengah kerumunan, digiring paksa, dan dipermalukan di hadapan banyak orang—hanya karena tuduhan sepihak yang hingga hari ini tidak memiliki satu pun bukti yang sah.

 

Insiden ini dipicu oleh hilangnya dompet milik istri seorang oknum polisi bernama Cahyadi. Namun alih-alih dilakukan penyelidikan yang profesional, objektif, dan berbasis bukti, Tahir Mulia justru langsung dijadikan sasaran tuduhan. Tanpa dasar hukum yang jelas, ia diperlakukan seperti penjahat, diseret di ruang publik, lalu digiring ke kantor polisi dalam kondisi tertekan dan penuh stigma.

Lebih parah lagi, hingga saat ini tidak ada hasil penyelidikan yang membuktikan bahwa Tahir Mulia adalah pelaku pencurian. Tidak ada barang bukti, tidak ada kejelasan hukum—namun kehormatan dan harga dirinya sudah dihancurkan di depan publik.

 

Keluarga korban menyatakan sikap tegas dan tidak akan tinggal diam. Melalui ponakannya yang disamarkan dengan inisial AL, keluarga menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang brutal dan dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat.

“Ini bukan lagi sekadar salah tuduh. Paman kami diseret-seret di depan orang banyak, dipermalukan tanpa bukti, dan diperlakukan seperti kriminal. Sampai hari ini tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan dia mencuri. Kami menuntut agar semua pihak yang menuduh, termasuk oknum polisi, diproses hukum tanpa pandang bulu,” tegas AL. 

 

Keluarga menilai, tindakan tersebut telah melampaui batas kemanusiaan dan hukum. Dalam negara hukum, tidak boleh ada seseorang yang dihakimi di jalanan sebelum dibuktikan di pengadilan. Apa yang terjadi di Pasar Marisa adalah gambaran nyata bagaimana kekuasaan bisa disalahgunakan dan kehormatan seseorang dihancurkan dalam sekejap.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi institusi penegak hukum. Ketika aparat yang seharusnya melindungi justru diduga bertindak di luar prosedur, maka yang runtuh bukan hanya martabat korban—tetapi juga kepercayaan publik terhadap hukum itu sendiri.

 

Keluarga korban kini mendesak dengan tegas:

Proses pidana terhadap pihak yang menuduh tanpa bukti

Pemeriksaan dan penindakan terhadap oknum polisi yang terlibat

Pemulihan nama baik Tahir Mulia secara terbuka di hadapan publik

Kasus ini bukan sekadar insiden biasa. Ini adalah pelanggaran terhadap kehormatan, kebebasan, dan rasa keadilan. Publik menunggu—apakah hukum akan benar-benar ditegakkan, atau kembali kalah oleh kekuasaan?

Sampai berita ini di turunkan tim telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak terkait namun belum mendapatkan respon perihal kasus ini.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru