Akulturasipost, Pohuwato – Episode lanjutan Kisruh Penangkapan Alat di Lokasi Cagar alam yang mulai menguak fakta-fakta dugaan keterlibatan oknum-oknum dari level akar rumput hingga instansi memasuki zona klimaks.(05/05/2026)
Bantahan dan Sanggahan silih berganti bergulir di ruang publik.Sebelumnya Kepala Seksi BKSDA,Samsuddin Hadju mengkonfirmasi bahwa penangkapan Alat berat itu tidak berada di dalam kawasan Cagar Alam Mangrove Tanjung Panjang.
“Yaaa Kalo lokasi itu benar di Cagar Alam Tanjung Panjang,masalahnya laporan dari petugas kami di lapangan itu sudah berada di luar dari Cagar Alam” Ucap Samsuddin.
Kepada media,LANAL Gorontalo melalui Danposal Pohuwato Lettu Laut (T) Sutiyono Menampar Bantahan itu dengan Fakta bahwa Penangkapan Alat Berat tersebut masuk pada titik koordinat Cagar Alam Mangrove Tanjung Panjang.
“Itu Versi dia,Kita ada Bukti Semua dan keterangan mereka itu alat sudah parkir di pinggir jalan,kita yang amankan itu”.Tegas Danposal VIA whatsapp.
Berdasarkan Informasi yang di himpun di lapangan bahwa titik penangkapan aktivitas Alat berat ini telah diyakini merupakan kawasan Cagar Alam Mangrove,hal ini di tegaskan berulang oleh Danposal bahwa Bukti telah di kantongi dan sedang di limpahkan ke Gakumdu Manado
“Kita ada bukti semua dan sekarang lagi dilimpahkan ke Gakumdu Manado” tutupnya.
Gemuruh pro kontra Penangkapan yang mulai membuka suara baik Pihak BKSDA Hingga Satuan Tugas MMP semakin meruncingkan kecurigaan atas isu Keterlibatan aktor-aktor di level atas.Siapakah sebenarnya pemain Utamanya?.(Tim Redaksi)






