Akulturasipost,POHUWATO – Peristiwa penikaman yang terjadi di kawasan Pasar Minggu, Kabupaten Pohuwato, pada Rabu (15/7/2026), menyisakan duka mendalam bagi keluarga terduga pelaku. Istri terduga pelaku mengaku sangat terpukul atas insiden yang kini sedang ditangani oleh Polres Pohuwato.
Saat ditemui awak media, perempuan tersebut menyampaikan kesedihannya karena persoalan yang berujung tindak kekerasan itu disebut bukan kali pertama terjadi di lingkungan keluarga mereka.
“Permasalahan ini memang pernah terjadi dulu dan suami saya ini memang bukan orang lain, masih saudara dekat dengan korban dan memang sering bersengketa dengan korban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan video siaran langsung yang direkam sendiri oleh suaminya sebelum kejadian, insiden tersebut diduga dipicu oleh perdebatan antara kedua pihak. Menurutnya, dalam rekaman itu terlihat korban mendekati suaminya saat adu mulut berlangsung.
“Kalau dilihat dari video siaran langsung yang direkam suami saya sendiri, ini bermula dari perdebatan dan saat itu korban mendekati suami saya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa suaminya pernah menjalani operasi kepala beberapa tahun lalu. Kondisi kesehatan tersebut, menurutnya, sering memengaruhi cara berpikir suaminya ketika berada dalam tekanan atau situasi emosional.
“Suami saya ini pernah operasi kepala, makanya orang sering bilang dia sudah tidak bisa berpikir secara logis kalau dalam keadaan terdesak, apalagi saat terjadi perdebatan seperti itu,” tambahnya.
Terkait proses hukum yang kini berjalan di Polres Pohuwato, pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mempertimbangkan kondisi yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Mereka juga berharap persoalan yang melibatkan hubungan kekerabatan itu dapat diselesaikan melalui musyawarah antara kedua belah pihak.
Kasus penikaman di Pasar Minggu Pohuwato sendiri masih dalam penanganan penyidik Polres Pohuwato untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.(Tim Redaksi)






