Akulturasipost,Pohuwato—Duka mendalam menyelimuti keluarga Sandi Bilondatu, salah satu korban meninggal dunia dalam musibah longsor yang terjadi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Rabu malam (12/08/2026).
Kepada media, Kamis (13/08/2026), Arlan, yang merupakan paman almarhum Sandi Bilondatu, mengatakan keluarga telah menerima kepergian Sandi dengan penuh keikhlasan.
Menurut Arlan, keluarga menyadari bahwa kehidupan dan kematian merupakan ketetapan Allah SWT. Karena itu, di tengah rasa kehilangan yang begitu berat, keluarga memilih untuk tetap tabah dan menyerahkan semuanya kepada kehendak-Nya.
“Kami dari pihak keluarga menerima semuanya dengan lapang dada. Ini adalah ketetapan Allah SWT. Kami hanya bisa ikhlas dan mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Arlan.
Arlan mengakui, kehilangan Sandi menjadi pukulan berat bagi keluarga. Namun, keluarga berusaha tidak larut dalam kesedihan dan memilih memperbanyak doa untuk almarhum.
Di tengah suasana duka, keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian serta santunan kepada keluarga korban.
Menurut Arlan, kepedulian tersebut sangat berarti bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit akibat musibah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada pihak yang telah memberikan santunan dan kepedulian kepada keluarga. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT dengan pahala dan keberkahan,” ungkapnya.
Ia berharap musibah longsor tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama dalam meningkatkan perhatian terhadap keselamatan para pekerja di kawasan pertambangan.
Arlan juga mengajak seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan atas musibah yang terjadi. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah memberikan dukungan kepada keluarga korban serta mendoakan mereka yang telah meninggal dunia.
Keluarga pun berharap Sandi Bilondatu mendapat ampunan Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Al-Fatihah untuk almarhum Sandi Bilondatu,” tutup Arlan.
(Tim Redaksi)






