GORONTALO — Delapan tahun perjalanan Korem 133/Nani Wartabone tidak hanya diperingati dengan seremoni, tetapi juga dengan kembali menundukkan kepala di hadapan sejarah.

Momentum tersebut diwujudkan melalui Upacara Ziarah dalam rangka memperingati HUT ke-8 Korem 133/Nani Wartabone Tahun 2026, yang digelar di Taman Makam Pahlawan, Jalan Anggur, Desa Bebe Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (10/9/2026).
Upacara dipimpin langsung Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang dan diikuti sekitar 80 peserta dari jajaran Korem 133/NW, Kodim 1304/Gorontalo, Persit Kartika Chandra Kirana, serta keluarga besar Nani Wartabone.

Suasana khidmat semakin terasa ketika keluarga besar pejuang turut hadir. Arisman Wartabone, cucu dari putra Nani Wartabone, bersama istri dan sejumlah cucu lainnya dari keluarga besar Nani Wartabone, menjadi bagian dari momentum penghormatan tersebut.
Rangkaian upacara diawali dengan laporan dan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, penghormatan terakhir hingga prosesi tabur bunga yang dipimpin Danrem 133/NW.
Setelah Danrem meninggalkan lapangan upacara, prosesi tabur bunga dilanjutkan oleh seluruh peserta sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara.

Sejumlah pejabat dan unsur pimpinan jajaran Korem 133/NW turut hadir, di antaranya Kasi Intel Kasrem 133/NW Kolonel Kav Erwandarno, Kasiter Kasrem 133/NW Kolonel Kav Eko Julyanto, M.T.Han, Kasi Ops Kasrem 133/NW Letkol Inf Hendra Mirza, serta Dandim 1304/Gorontalo Letkol Inf Jon Patar Hasudungan Banjarnahor, S.I.P., M.I.P.
Hadir pula para Dansat, Pasi dan Kabalak Aju Korem 133/NW, para Pasi dan Danramil jajaran Kodim 1304/Gorontalo, serta Ketua Persit KCK Cabang jajaran Koorcab Rem 133/NW bersama para pengurus.
Dalam susunan pasukan, upacara melibatkan Kelompok Pama Korem 133/NW, Perwira Korem 133/NW, Persit jajaran Korem 133/NW bersama keluarga Nani Wartabone, Korsik Korem 133/NW, serta personel Kodim 1304/Gorontalo.
Bagi Korem 133/Nani Wartabone, ziarah bukan sekadar agenda tahunan. Di balik prosesi penghormatan tersebut terdapat pesan tentang pentingnya menjaga ingatan terhadap sejarah dan meneruskan nilai perjuangan para pendahulu.
Nama Nani Wartabone sendiri bukan sekadar identitas satuan. Sosok pahlawan nasional asal Gorontalo tersebut menjadi simbol keberanian, nasionalisme, dan perjuangan masyarakat Gorontalo dalam mempertahankan kemerdekaan.
Karena itu, peringatan HUT ke-8 Korem 133/NW menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian. Nilai perjuangan para pahlawan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian prajurit kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Upacara ziarah tersebut berakhir sekitar pukul 09.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar.
Di tempat para pahlawan bersemayam, pesan itu kembali ditegaskan: kemerdekaan diwariskan melalui perjuangan, sementara masa depan bangsa dijaga melalui pengabdian.(Tim Redaksi)






