Akulturasipost,Pohuwato — Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah sudut Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, dikeluhkan warga. Selain merusak pemandangan lingkungan tempat tinggal, sampah yang diduga telah menumpuk selama kurang lebih dua bulan itu menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan penghuni.
Berdasarkan keluhan warga, tumpukan sampah terlihat di sisi kiri dan kanan TB 1. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama tanpa pengangkutan rutin menggunakan truk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pohuwato.
Warga mengaku persoalan itu bukan baru terjadi. Keluhan mengenai sampah yang terus menumpuk telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu, tetapi hingga kini mereka mengaku belum melihat penanganan yang memadai.
“Sampah di samping sisi kiri dan kanan TB 1 ini menumpuk sudah sekitar dua bulan. Baunya busuk sekali sehingga mengganggu penciuman. Entah kenapa sudah lama begini, truk DLHK tidak lagi mengangkut sampah di sini,” ujar seorang warga.
Bagi penghuni Rusunawasyah, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut keindahan lingkungan, melainkan juga kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bau busuk yang menyebar di sekitar tempat tinggal membuat lingkungan yang semestinya bersih dan sehat justru terasa tidak nyaman.
Keluhan warga mengenai tidak adanya pengangkutan sampah selama kurang lebih dua bulan memunculkan pertanyaan mengenai keberlangsungan pelayanan kebersihan di kawasan Rusunawa Teratai.
Jika kondisi tersebut berlangsung sebagaimana dikeluhkan warga, perlu ada penjelasan dari instansi terkait mengenai penyebab terhentinya pengangkutan, mekanisme pengelolaan sampah di kawasan rusun, serta langkah konkret untuk mengatasi penumpukan yang terjadi.
DLHK Kabupaten Pohuwato menjadi salah satu pihak yang perlu mengklarifikasi terkait jadwal pengangkutan, kendala operasional apabila ada, serta rencana penanganan sampah di lokasi tersebut. Pemerintah desa dan pengelola Rusunawa juga perlu memastikan pembagian tanggung jawab pengelolaan sampah berjalan jelas agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Di sisi lain, penanganan sampah tidak cukup hanya dengan mengangkut tumpukan yang sudah menggunung. Sistem pembuangan, ketersediaan tempat penampungan, jadwal pengangkutan, dan pengawasan kebersihan lingkungan perlu berjalan secara berkelanjutan.
Persoalan sampah di Rusunawa Teratai menjadi pengingat bahwa pelayanan kebersihan merupakan bagian penting dari kualitas lingkungan permukiman. Warga yang tinggal di rumah susun berhak menikmati lingkungan yang bersih, nyaman, dan terawat.
Karena itu, keluhan mengenai tumpukan sampah yang disebut telah berlangsung selama dua bulan perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung dan pengangkutan sampah yang menumpuk.
Hingga berita ini disusun, penyebab tidak diangkutnya sampah sebagaimana dikeluhkan warga belum diketahui secara pasti. Klarifikasi dari DLHK Kabupaten Pohuwato dan pengelola Rusunawa diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan tersebut.
Publik kini menanti langkah konkret dari pihak terkait. Jangan sampai tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama menjadi persoalan berkepanjangan, sementara warga harus terus menanggung bau busuk di lingkungan tempat tinggal mereka.(Tim Redaksi)






