Akulturasipost,Boalemo—Ketegangan kembali terjadi di Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Jumat 09/10/2026
Insiden yang melibatkan masyarakat lokal dan pihak sekuriti PT PG Gorontalo ini dipicu oleh rencana pembongkaran pipa serta peralatan pertambangan tradisional milik warga.
Tonton disaluran TV AKULTURASI CHANNEL
Situasi yang awalnya diwarnai adu argumentasi, kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong. Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat terlibat dalam perdebatan di lokasi.
Perwakilan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia atau APRI juga tampak hadir untuk memberikan penjelasan terkait aktivitas masyarakat.
Persoalan ini turut memunculkan perbedaan pandangan mengenai status lahan. Pihak perusahaan mengklaim lokasi tersebut masuk dalam area Hak Guna Usaha atau HGU aktif.
Sementara itu, masyarakat melalui APRI menyatakan bahwa aktivitas mereka berlangsung di tepian sungai mati.
Warga juga mempertanyakan kewenangan sekuriti dalam memerintahkan pembongkaran pipa. Mereka bahkan mempersoalkan surat perintah yang disebut telah kedaluwarsa.
Namun, masa berlaku surat maupun dasar kewenangan penertiban tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak terkait.
Deputi Lima DPP APRI Indonesia, Taufik Hiola, menyatakan bahwa aktivitas masyarakat telah berlangsung secara turun-temurun, bahkan menurutnya sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.
Ketegangan akhirnya mereda setelah personel Polsek Paguyaman turun tangan melakukan mediasi. Upaya tersebut berhasil membubarkan kerumunan dan menenangkan situasi di lokasi.
Hingga kini, PT PG Gorontalo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (Tim Redaksi)






