Akulturasipost,POHUWATO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Soginti, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Asap yang ditimbulkan bahkan dilaporkan mengganggu kegiatan belajar mengajar di MAN 1 Pohuwato.
Merespons kondisi tersebut, Babinsa Koramil 1313-01/Paguat bersama TNI-Polri, pemerintah kecamatan, petugas pemadam kebakaran, Polisi Kehutanan (Polhut), dan masyarakat turun langsung melakukan pengecekan serta penanganan titik kebakaran, Kamis (15/10/2026).
Tim gabungan bergerak menuju kawasan pegunungan dan sebagian lahan perkebunan warga setelah menerima laporan mengenai kebakaran di wilayah tersebut.
Dalam penyisiran, petugas menemukan sejumlah bara api yang masih menyala pada tunggul-tunggul pohon. Penanganan dilakukan secara manual dengan membongkar tunggul dan menimbun bara menggunakan tanah untuk mencegah api kembali menyebar.
Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan medan pegunungan yang terjal. Kondisi ini menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik kebakaran, sehingga penanganan dilakukan menyesuaikan akses dan kondisi lapangan.
Camat Paguat, Andri A. A. R. Pakilie, S.STP., M.Si., memimpin apel gabungan di Kantor Desa Soginti sekitar pukul 10.00 WITA sebelum tim bergerak menuju lokasi. Kegiatan tersebut turut melibatkan Plh. Danramil 1313-01/Paguat Letda Inf Demsi Sasue serta unsur kepolisian, pemadam kebakaran, Polhut, pemerintah desa, dan masyarakat.
Informasi awal di lapangan menyebutkan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan perkebunan yang tidak diawasi hingga api merambat ke kawasan hutan. Penyebab tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembakaran lahan yang tidak terkendali berpotensi memicu kebakaran lebih luas, mengancam lingkungan, serta mengganggu kesehatan dan aktivitas warga akibat paparan asap.
Babinsa bersama unsur terkait mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika pembakaran dilakukan untuk kebutuhan tertentu, pengawasan harus dilakukan secara ketat dan api dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Pengecekan dan penanganan lapangan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA setelah tim kembali ke Kantor Desa Soginti. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung aman dan lancar.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya membantu menangani titik api yang ditemukan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan karhutla di wilayah Paguat, Pohuwato.(Tim Redaksi)






