“Subsidi Bocor? Depot Misterius Dekat SPBU Picu Kecurigaan Warga”

Friday, 6 February 2026 - 18:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohuwato — Hilangnya kuota harian 8.000 liter BBM bersubsidi di SPBU Paguat dalam waktu singkat setiap hari terus memicu tanda tanya publik. Solar dan pertalite dilaporkan habis sebelum sore, sementara banyak warga justru tidak kebagian.
Fenomena ini terjadi berulang dan dinilai tidak lazim untuk ukuran kebutuhan harian masyarakat setempat. Warga menilai ada pola distribusi yang perlu diaudit secara terbuka.
Di tengah keresahan itu, beredar pula dugaan di masyarakat mengenai kemungkinan adanya praktik penampungan atau perputaran BBM bersubsidi di luar jalur resmi. Dugaan tersebut mencuat setelah warga menyoroti keberadaan sebuah depot BBM yang berlokasi tidak jauh dari area SPBU — diperkirakan kurang dari 100 meter.
Sebagian warga mengaitkan depot tersebut dengan seorang oknum yang disebut bekerja di lingkungan Pertamina. Namun hingga kini, informasi tersebut masih berupa dugaan publik yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum maupun pihak Pertamina.
Karena itu, masyarakat mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan atau penyimpangan distribusi subsidi.
Secara hukum, penyalahgunaan BBM bersubsidi bukan sekadar pelanggaran administratif. UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mengatur bahwa penyalahgunaan pengangkutan atau perdagangan BBM subsidi dapat dikenai pidana hingga 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar.
Artinya, jika ada penyimpangan, konsekuensinya bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga masuk ranah pidana berat.
Warga meminta aparat dan regulator turun langsung memeriksa alur distribusi dari hulu ke hilir, termasuk pengawasan terhadap fasilitas penyimpanan BBM di sekitar SPBU.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola SPBU maupun pihak Pertamina terkait cepat habisnya kuota harian serta dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, publik menunggu satu hal: transparansi.
Karena subsidi yang hilang sebelum sampai ke rakyat kecil bukan sekadar masalah logistik — tapi persoalan keadilan.

Berita Terkait

Nawir Pakaya Serukan Perjuangan Penambang Lokal, Polemik IUP 100 Hektare Gunung Pani Kembali Disorot
Semangat Belajar Membara! Final Cerdas Cermat‑Spelling Bee HUT ke‑137 SD Naskat Mathias 1 Langgur Berakhir Sengit
“KITA HARUS MELAWAN!” Suara Rakyat dari Gunung Pani yang Tak Mau Lagi Dibungkam!
Kemiskinan Bone Bolango Turun ke 12,87 Persen, Ismet Mile Perkuat Agenda Kesejahteraan
Kemiskinan Bone Bolango Turun ke 12,87 Persen pada 2026, BPS Catat 20,72 Ribu Warga Masih Miskin
Pengembalian ASURANSI jadi “BOM” waktu! BSG Didesak Membuka Seluruh Rincian Pembayaran
Jangan Biarkan Amanah Pendiri KUD DHARMA TANI Menjadi Sejarah yang Dikhianati Pengurus!!! Harson Ali Bersuara untuk Penambang RAKYAT Gunung Pani.
OPM Soroti pernyataan Rahmat di konflik Pani, Hasan Lasiki “KUD Jangan jadi Kaki tangan Kolonialisme!,”

Berita Terkait

Saturday, 31 October 2026 - 07:43

Nawir Pakaya Serukan Perjuangan Penambang Lokal, Polemik IUP 100 Hektare Gunung Pani Kembali Disorot

Saturday, 31 October 2026 - 04:36

Semangat Belajar Membara! Final Cerdas Cermat‑Spelling Bee HUT ke‑137 SD Naskat Mathias 1 Langgur Berakhir Sengit

Friday, 30 October 2026 - 13:53

“KITA HARUS MELAWAN!” Suara Rakyat dari Gunung Pani yang Tak Mau Lagi Dibungkam!

Friday, 30 October 2026 - 01:34

Kemiskinan Bone Bolango Turun ke 12,87 Persen, Ismet Mile Perkuat Agenda Kesejahteraan

Thursday, 29 October 2026 - 06:15

Pengembalian ASURANSI jadi “BOM” waktu! BSG Didesak Membuka Seluruh Rincian Pembayaran

Berita Terbaru

Arman Mohamad, kepala Dinas Pendidikan kabupaten Pohuwatokhutbah

Advetorial

CATATAN PERAN ORANG BUGIS DALAM PERDAGANGAN EMAS DI GORONTALO

Saturday, 31 Oct 2026 - 04:49