Kasus PETI Bulangita Memanas, Pemerintah Desa dan Aktivis Bersatu Bersuara

Monday, 2 March 2026 - 05:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost.com, Pohuwato — Kepala Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Simson Hasan, berencana melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dampak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Teratai–Bulangita yang diduga merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Langkah ini mendapat dukungan LSM LABRAK. Sebelumnya, jalan penghubung Desa Teratai–Bulangita dilaporkan diterjang lumpur tebal yang diduga berasal dari aktivitas PETI, hingga menyebabkan kendaraan warga kesulitan melintas dan beberapa sepeda motor mogok.
“Iya, akibat PETI. Hari ini kami akan surati Pemda dan APH,” ujar Simson Hasan. Ia menyebut pelaku tambang telah diminta melakukan penanganan awal, termasuk pembuatan tanggul penahan lumpur.
LSM LABRAK menilai penanganan aktivitas PETI di Bulangita berjalan lamban, meski lokasinya disebut hanya sekitar dua kilometer dari Polres Pohuwato. Kepala Bidang Hukum dan HAM LSM LABRAK, Sri Susanti Yunus, Senin (2/3/2026), mengkritik lambatnya penegakan hukum.
“Lingkungan rusak, akses warga terganggu, tapi penegakan hukum lambat. Jangan sampai publik menilai hukum tajam ke bawah namun tumpul ke pelanggaran yang nyata,” tegasnya.
Menurut Sri Susanti, lambatnya respons aparat dapat menggerus kepercayaan publik dan memperbesar rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.
LSM LABRAK juga menilai kerusakan yang mulai berdampak pada infrastruktur desa menjadi sinyal serius yang harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih luas dan potensi konflik sosial.
Dengan adanya langkah resmi dari pemerintah desa dan dukungan masyarakat sipil, warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan konkret agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas dan kepastian hukum dapat ditegakkan. (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Pengembalian ASURANSI jadi “BOM” waktu! BSG Didesak Membuka Seluruh Rincian Pembayaran
Jangan Biarkan Amanah Pendiri KUD DHARMA TANI Menjadi Sejarah yang Dikhianati Pengurus!!! Harson Ali Bersuara untuk Penambang RAKYAT Gunung Pani.
OPM Soroti pernyataan Rahmat di konflik Pani, Hasan Lasiki “KUD Jangan jadi Kaki tangan Kolonialisme!,”
BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi
SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 06:15

Pengembalian ASURANSI jadi “BOM” waktu! BSG Didesak Membuka Seluruh Rincian Pembayaran

Thursday, 29 October 2026 - 03:24

Jangan Biarkan Amanah Pendiri KUD DHARMA TANI Menjadi Sejarah yang Dikhianati Pengurus!!! Harson Ali Bersuara untuk Penambang RAKYAT Gunung Pani.

Thursday, 29 October 2026 - 01:06

OPM Soroti pernyataan Rahmat di konflik Pani, Hasan Lasiki “KUD Jangan jadi Kaki tangan Kolonialisme!,”

Wednesday, 28 October 2026 - 11:32

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Berita Terbaru