Akulturasipost, Pohuwato—Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban risiko. Sebuah lokasi tambang emas ilegal di kawasan Potabo, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, dilaporkan longsor pada Sabtu (7/3/2026) dini hari.
Peristiwa itu terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar satu menit yang beredar di kalangan warga. Dalam rekaman tersebut terlihat massa tanah dari bagian atas lokasi tambang tiba-tiba runtuh dan mengalir ke bawah, menimbun satu unit alat berat Hyundai Excavator yang sedang berada di area kerja para penambang ilegal.
Suara kepanikan terdengar dari warga di sekitar lokasi saat longsor terjadi.
“Awas longsor! Alat tertimbun, ada orang di alat. Kurang depe baket,” teriak seorang warga dalam rekaman video tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 WITA, saat aktivitas penambangan ilegal masih berlangsung. Longsoran tanah menimbun excavator hingga bagian roda dan dek kemudi, menyisakan hanya bagian bucket yang masih terlihat dari permukaan tanah.
Kuat dugaan, saat alat berat tersebut tertimbun, masih terdapat operator yang berada di balik kemudi. Namun hingga kini kondisi operator itu belum dapat dipastikan.
Di lokasi tambang ilegal Potabo juga terlihat sejumlah fasilitas darurat berupa camp yang diduga digunakan para pelaku penambangan untuk beristirahat. Selain itu, terdapat satu unit excavator lain yang berada tidak jauh dari titik longsor dan selamat karena tidak berada di jalur runtuhan tanah.
Belum diketahui pasti siapa pihak yang mengendalikan aktivitas tambang ilegal tersebut. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan PETI di wilayah itu masih terus berlangsung meskipun sebelumnya telah mendapat perhatian dan larangan dari aparat penegak hukum.
Ironisnya, aktivitas pertambangan tanpa izin di sejumlah titik di Kecamatan Buntulia dan Kecamatan Marisa hingga kini masih terlihat beroperasi. Peristiwa longsor di Potabo kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik tambang ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan pekerja maupun lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum mengeluarkan keterangan resmi terkait insiden longsor tersebut maupun dugaan adanya korban yang tertimbun di lokasi tambang ilegal Potabo.






