Akulturasipost,Maluku Tenggara— Momen indah dan penuh makna tercipta di tengah kemeriahan Hardiknas 2026, Selasa (28/04/2026), saat sosok Bin Raudah Arif Hanoeboen, hadir begitu dekat di hati anak-anak.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan ini benar-benar hadir bukan sebagai pemimpin yang jauh, melainkan sebagai seorang ibu yang tulus menyayangi setiap peserta didik.
Terlihat sangat jelas, beliau membaur sepenuhnya tanpa sekat. Ia menyapa dengan lembut, merangkul dengan hangat, dan menatap penuh kasih sayang kepada anak-anak yang tampil menari, dance, bertutur, hingga menyanyi solo.
Kehangatan yang dipancarkannya begitu luar biasa. Di dekatnya, anak-anak tampak sangat nyaman, rileks, dan bahagia, seolah berada di perlindungan sosok ibu yang paling mengerti isi hati mereka.
“Seorang ibu tidak mengenal batas. Semua anak adalah permata berharga yang harus dirangkul dengan cinta sepenuhnya,” demikian pesan mendalam yang tercermin dari setiap sentuhan dan senyumnya.
Interaksi yang terjalin begitu natural dan tulus. Ia memberikan semangat, memotivasi, dan membuat setiap anak merasa spesial serta sangat percaya diri saat tampil di panggung.
Di bawah bimbingan beliau, pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga dibangun di atas kedekatan emosional dan kasih sayang yang tulus.
Kepeduliannya pun sangat luas. Ibu Raudha juga mengajak rekan OPD lainnya untuk turut mendukung UMKM, menunjukkan kepemimpinan yang humanis dan peduli pada kesejahteraan bersama.
Sosok beliau adalah bukti nyata bahwa pemimpin yang hebat adalah mereka yang memiliki hati yang besar dan jiwa yang mulia.
Cerdas dalam kebijakan, inovatif dalam karya, namun tetap lembut dan penuh cinta dalam setiap langkah dan interaksinya.
Ibu Raudha adalah teladan nyata, pemimpin berhati emas yang terus membimbing dan mencintai generasi masa depan daerahnya dengan sepenuh hati.(Redaksi/Erick)






