Akulturasipost, Ambon—Maluku Tenggara kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pendidikan. Di tengah tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan, Maluku Tenggara justru berhasil menunjukkan kemajuan signifikan hingga mendapat pengakuan sebagai salah satu daerah terbaik di Provinsi Maluku dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Pengakuan tersebut diberikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Terpadu Program Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Santika Premiere Ambon, Senin (11/5/2026).
Dalam agenda bergengsi itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menerima penghargaan khusus yang diberikan kepada 11 kepala dinas pendidikan terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Maluku.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata atas komitmen Pemerintah Maluku Tenggara sepanjang tahun 2025 dalam mendukung program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, termasuk memastikan seluruh materi pelatihan dan pembinaan menjangkau para guru yang bertugas di pulau-pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan.
Kepala BGTK Provinsi Maluku, Eky Aristanto P. Punu, SE., MM., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Maluku Tenggara dalam membangun sektor pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak ditentukan oleh kondisi geografis, melainkan oleh komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi Maluku Tenggara. Dukungan pemerintah daerah di sana bukan sekadar wacana, tetapi nyata dalam program kerja, penganggaran, dan implementasi di lapangan. Mereka berhasil mengintegrasikan program provinsi menjadi bagian dari program daerah sehingga dampaknya langsung dirasakan hingga ke ruang-ruang kelas,” ujar Eky.
Sementara itu, Bin Raudha Arif Hanoeboen menyebut penghargaan tersebut sebagai kebanggaan bagi seluruh insan pendidikan di Kepulauan Kei.
Ia mengakui bahwa mengelola pendidikan di wilayah kepulauan dengan tantangan jarak, transportasi laut, dan keterbatasan akses bukan perkara mudah. Namun, semangat untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak daerah menjadi motivasi utama pemerintah daerah.
“Anak-anak di Maluku Tenggara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Jarak laut dan kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan mereka tertinggal. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kami mampu dan akan terus berjuang menghadirkan pendidikan berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut bukan akhir dari perjuangan, melainkan pijakan untuk memperkuat kolaborasi bersama BGTK Provinsi Maluku dalam memperluas program pembinaan guru dan menghadirkan berbagai inovasi pendidikan di masa mendatang.
Rapat koordinasi yang berlangsung hingga 13 Mei 2026 itu menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam merumuskan strategi pembangunan pendidikan yang lebih tepat sasaran demi menciptakan sumber daya manusia unggul di Maluku. (Redaksi/Erick)






