Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes

Wednesday, 13 May 2026 - 11:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok.F.Istimewa

Dok.F.Istimewa

Akulturasipost,Sumennep-Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Tonduk, Kecamatan Raas, dilaporkan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang anak berinisial F hingga korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di puskesmas setempat.

Informasi yang dihimpun dari NEWS9.id menyebutkan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Akibat dugaan penganiayaan tersebut, korban disebut mengalami kesulitan untuk duduk dan masih dalam penanganan medis.

Pihak keluarga korban menyampaikan kekecewaan atas insiden yang menimpa anak mereka. Jamal, keluarga korban, menilai tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat desa itu tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya melindungi masyarakat.

“Kami memang orang kecil, tetapi kami juga punya hak mendapatkan perlindungan hukum. Jangan karena memiliki jabatan lalu bertindak sewenang-wenang,” ujar Jamal kepada wartawan, Senin (27/4).

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat memproses kasus tersebut secara profesional dan memberikan keadilan bagi korban, terlebih karena korban masih berstatus anak di bawah umur.

Terpisah, Kapolsek Raas, Iptu Marsono membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum perangkat desa tersebut. Menurutnya, laporan resmi baru diterima setelah orang tua korban tiba dari Bali.

“Peristiwa itu terjadi beberapa hari lalu. Pelaporan baru dilakukan setelah orang tua korban datang. Saat ini kasusnya sedang diproses dan akan dilimpahkan ke Polres Sumenep untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara lengkap kronologi dugaan penganiayaan tersebut.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer
LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi
Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot
Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju
Bupati dan Wabup “HILANG”, Demonstran Penambang Tradisional kecewa pilih Tunda kunjungan Lapangan bersama DPRD
Demo Masyarakat Penambang Masuk Hari Kedua, massa Aksi Jemur Kaos hingga pakaian dalam
Demo Penambang Pohuwato nyaris ricuh, Pemda dan DPRD Akui Tak Mampu Bendung Penggusuran:”Kami Juga Terancam”
Penambang Rakyat Memasak di Kantor Bupati Pohuwato,Ancam hingga Menginap sampai Ada Jaminan Aktivitas Tambang Tak Diganggu Perusahaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 13 May 2026 - 12:24

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer

Wednesday, 13 May 2026 - 12:07

LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi

Wednesday, 13 May 2026 - 11:31

Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes

Tuesday, 12 May 2026 - 09:26

Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot

Tuesday, 12 May 2026 - 08:45

Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju

Berita Terbaru