Lahan Dibakar, Api Merambat ke Permukiman: Jalur Trans Sulawesi, Desa Londoun Sempat Lumpuh

Tuesday, 15 September 2026 - 13:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,POHUWATO — Aktivitas pembakaran lahan di Desa Londoun, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WITA, berubah menjadi kobaran api yang mengancam meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga.

Peristiwa yang awalnya disebut sebagai pembakaran lahan tersebut dengan cepat menjadi perhatian warga setelah api merambat ke sejumlah titik dan sulit dikendalikan. Kepulan asap serta kobaran api juga mengganggu arus lalu lintas di ruas Jalan Trans Sulawesi.

Seorang warga setempat menyebut api bukan muncul akibat kebakaran yang tidak diketahui sumbernya, melainkan diduga berasal dari aktivitas pembakaran yang sengaja dilakukan di area lahan.

Menurut warga tersebut, api awalnya dinyalakan oleh pihak yang disebut sebagai pemilik lahan. Namun, kondisi lahan dan arah angin membuat api kemudian menjalar ke berbagai penjuru.

“Bukan kebakaran ini, dibakar. Sana itu yang punya lahan ada di atas babakar. Mo bagaimana mo padamkan sementara sana tuan lahan bakar,” ujar warga sekitar.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu informasi penting yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Sebab, apabila benar terdapat aktivitas pembakaran lahan yang kemudian menyebabkan api meluas hingga mengancam permukiman dan mengganggu akses jalan nasional, maka terdapat sejumlah aspek yang perlu diperiksa, mulai dari siapa pemilik atau pengelola lahan, tujuan pembakaran, hingga apakah aktivitas tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan keselamatan dan lingkungan.

Bukan Sekadar Api, Ada Persoalan yang Perlu Dijawab

Peristiwa ini tidak hanya menyisakan persoalan mengenai luas lahan yang terbakar. Ada pertanyaan lebih mendasar yang perlu dijawab: siapa yang menyalakan api, untuk kepentingan apa pembakaran dilakukan, apakah ada pengawasan terhadap aktivitas tersebut, dan mengapa api bisa berkembang hingga mengganggu kepentingan publik?

Informasi awal di lapangan menyebutkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran milik PT BJA Group dikerahkan untuk membantu melakukan pemadaman.

Upaya tersebut dilakukan setelah api semakin meluas dan menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan. Kobaran api dan asap bahkan disebut menyebabkan kemacetan di Jalan Trans Sulawesi selama hampir dua jam.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pembakaran lahan yang semula berada di area tertentu dapat berubah menjadi persoalan publik ketika api tidak terkendali dan dampaknya mulai menyentuh keselamatan masyarakat serta kelancaran lalu lintas.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas pemilik lahan, luas area yang terbakar, penyebab pasti meluasnya api, serta ada atau tidaknya izin maupun tindakan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Akulturasipost akan terus menelusuri fakta di balik peristiwa ini, termasuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas pembakaran dan bagaimana pengawasan terhadap aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dilakukan di wilayah tersebut.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Korem 133/Nani Wartabone Gelar Sholat Istisqa, Ikhtiar Spiritual Hadapi Kemarau di Gorontalo
Perkuat Mental dan Semangat Kejuangan, Kodim 1313/Pohuwato Terima Pembinaan Bintal dari Bintaldam XIII/Merdeka
Kodim 1313 Pohuwato bersama Bupati Saipul Mbuinga Gelar Istighosah untuk keselamatan dan Ketentraman Daerah
Buktikan Konsistensi Perjuangan,LSM LABRAK Gelar GEBRAK KE-19, Tempa Kader Peduli, Kritis & Berani
Diduga Sebut Pelapor “Lonte” dan “Pelacur”, Oknum ASN Pohuwato Dilaporkan ke Polisi
Ketika Pendukung berbalik Bertanya: Ke Mana Pemerintah Saat Rakyat Kehilangan Nafkah?
Turnamen Bupati Cup dan UMKM Jadi Satu Panggung, PDPM Maluku Tenggara Apresiasi Inovasi Pemda
Jumat Berkah YR TIM di Lapas Pohuwato, Kepedulian untuk warga lapas yang Sedang Menjalani Pembinaan

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 13:01

Lahan Dibakar, Api Merambat ke Permukiman: Jalur Trans Sulawesi, Desa Londoun Sempat Lumpuh

Tuesday, 15 September 2026 - 06:57

Korem 133/Nani Wartabone Gelar Sholat Istisqa, Ikhtiar Spiritual Hadapi Kemarau di Gorontalo

Tuesday, 15 September 2026 - 04:19

Perkuat Mental dan Semangat Kejuangan, Kodim 1313/Pohuwato Terima Pembinaan Bintal dari Bintaldam XIII/Merdeka

Tuesday, 15 September 2026 - 04:05

Kodim 1313 Pohuwato bersama Bupati Saipul Mbuinga Gelar Istighosah untuk keselamatan dan Ketentraman Daerah

Monday, 14 September 2026 - 12:42

Buktikan Konsistensi Perjuangan,LSM LABRAK Gelar GEBRAK KE-19, Tempa Kader Peduli, Kritis & Berani

Berita Terbaru