Revitalisasi SMPN 1 Wanggarasi Rp1,7 Miliar Disorot, Pekerja Minim di Tengah Target 120 Hari

Wednesday, 16 September 2026 - 08:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek revitalisasi SMPN  1 Wanggarasi/Dok, Akulturasipost

Proyek revitalisasi SMPN 1 Wanggarasi/Dok, Akulturasipost

 

POHUWATO — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada SMP Negeri 1 Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, mulai menjadi sorotan. Proyek yang disebut menelan anggaran sekitar Rp1,7 miliar tersebut memiliki target penyelesaian hanya 120 hari, namun kondisi di lapangan menunjukkan jumlah tenaga kerja yang hadir masih relatif minim.

Pantauan di lokasi menjadi pertanyaan tersendiri. Dari informasi yang diperoleh, jumlah pekerja yang terlibat disebut mencapai 18 orang. Namun pada sekitar minggu kedua hingga memasuki hari ke-20 pekerjaan, tenaga yang terlihat hadir disebut hanya sekitar sembilan orang, bahkan pada hari tertentu jumlah pekerja yang berada di lokasi disebut kurang dari angka tersebut.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai strategi pelaksanaan pekerjaan, terutama karena waktu pengerjaan yang tersedia relatif singkat dibandingkan nilai dan cakupan pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Sebenarnya pekerja semua berjumlah 18 orang, cuma yang masuk hari ini sedikit,” ujar kepala tukang saat dikonfirmasi di lokasi.

Fokus Pekerjaan

Berdasarkan keterangan pekerja, revitalisasi pada SMPN 1 Wanggarasi kali ini tidak mencakup seluruh bagian bangunan. Pekerjaan disebut difokuskan pada sejumlah komponen, yakni atap, plafon, lantai serta pembangunan saluran selokan.

“Jadi yang direhab hanya atap, plafon, lantai dan saluran selokan,” ungkap seorang pekerja.

Namun, di tengah pelaksanaan pekerjaan tersebut, terdapat bagian bangunan sekolah yang secara kasatmata terlihat mengalami keretakan pada dinding.

Kondisi ini menjadi salah satu aspek yang patut mendapatkan penjelasan lebih lanjut, terutama terkait lingkup pekerjaan dalam dokumen perencanaan. Apakah kerusakan pada bagian dinding memang tidak termasuk dalam item revitalisasi, atau terdapat pertimbangan teknis tertentu sehingga bagian tersebut tidak menjadi prioritas pekerjaan?

Rp1,7 Miliar dan Target 120 Hari

Dengan nilai anggaran sekitar Rp1,7 miliar dan batas waktu pelaksanaan 120 hari, progres pekerjaan menjadi hal penting untuk dipantau sejak awal.

Minimnya jumlah pekerja di lapangan pada fase awal pekerjaan bukan serta-merta membuktikan adanya pelanggaran atau kegagalan pelaksanaan proyek. Namun, kondisi tersebut layak dipertanyakan karena berkaitan langsung dengan kemampuan pelaksana mengejar target waktu yang telah ditetapkan.

Apalagi, keterlambatan pekerjaan pada fasilitas pendidikan bukan hanya menyangkut persoalan fisik bangunan, tetapi juga berpotensi berhubungan dengan kenyamanan dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa.

Pertanyaan berikutnya pun muncul: di mana kegiatan belajar mengajar siswa berlangsung selama proses revitalisasi? Apakah terdapat pengaturan ruang belajar sementara, pembagian jadwal, atau skema lain agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa terganggu pekerjaan konstruksi?

Kepada media, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad menjelaskan, akan turun meninjau program revitalisasi Sekolah dan Proses belajar mengajar.

“Seluruh sekolah yg sedang di bangun tidak menggangu proses pembelajaran.di upayakan pekerjaannya dipercepat dan menggunakan fasilitas sekolah terdekat untuk menumpang belajar dengan cara gantian masuk pada tengah hari,bisa juga menggunakan tempat/ bangunan kosong disekitar dan atau teras rumah penduduk.
Untuk SMP 1 Wanggarasi tetap berlangsung proses pembelajaran, insya Allah kami akan turun meninjau, Minggu ini kami sedang meninjau sekolah yg lain, “ujar Kepala Dinas Pendidikan via WhatsApp.

Seyogyanya,proyek yang menggunakan anggaran publik bukan hanya dituntut selesai secara administratif, tetapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan dari sisi waktu, mutu pekerjaan, manfaat, serta keterbukaan kepada masyarakat.

Kini perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan utama:

Dengan sisa waktu pelaksanaan yang terus berjalan dan jumlah pekerja yang terlihat terbatas, mampukah revitalisasi SMPN 1 Wanggarasi diselesaikan tepat dalam target 120 hari? . (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Tak Hanya Salurkan Air Bersih, YR TIM Kolaborasi Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran di musim kemarau
Lahan Dibakar, Api Merambat ke Permukiman: Jalur Trans Sulawesi, Desa Londoun Sempat Lumpuh
Korem 133/Nani Wartabone Gelar Sholat Istisqa, Ikhtiar Spiritual Hadapi Kemarau di Gorontalo
Perkuat Mental dan Semangat Kejuangan, Kodim 1313/Pohuwato Terima Pembinaan Bintal dari Bintaldam XIII/Merdeka
Kodim 1313 Pohuwato bersama Bupati Saipul Mbuinga Gelar Istighosah untuk keselamatan dan Ketentraman Daerah
Buktikan Konsistensi Perjuangan,LSM LABRAK Gelar GEBRAK KE-19, Tempa Kader Peduli, Kritis & Berani
Diduga Sebut Pelapor “Lonte” dan “Pelacur”, Oknum ASN Pohuwato Dilaporkan ke Polisi
Ketika Pendukung berbalik Bertanya: Ke Mana Pemerintah Saat Rakyat Kehilangan Nafkah?

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 10:29

Tak Hanya Salurkan Air Bersih, YR TIM Kolaborasi Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran di musim kemarau

Wednesday, 16 September 2026 - 08:36

Revitalisasi SMPN 1 Wanggarasi Rp1,7 Miliar Disorot, Pekerja Minim di Tengah Target 120 Hari

Tuesday, 15 September 2026 - 13:01

Lahan Dibakar, Api Merambat ke Permukiman: Jalur Trans Sulawesi, Desa Londoun Sempat Lumpuh

Tuesday, 15 September 2026 - 06:57

Korem 133/Nani Wartabone Gelar Sholat Istisqa, Ikhtiar Spiritual Hadapi Kemarau di Gorontalo

Tuesday, 15 September 2026 - 04:19

Perkuat Mental dan Semangat Kejuangan, Kodim 1313/Pohuwato Terima Pembinaan Bintal dari Bintaldam XIII/Merdeka

Berita Terbaru