Alarm GASSPOLL Hari Ke-3: Empat Hari untuk Panggil Saksi atau Hadapi Aksi Jilid III yang Meledak

Thursday, 13 November 2025 - 05:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost.com, Pohuwato – Kasus kematian penambang di PETI Bulangita semakin menjadi sorotan publik, bukan hanya karena tragedi itu sendiri, tetapi karena keanehan dalam proses hukum yang terus berulang.

GASSPOLL menegaskan, tenggat empat hari tinggal menghitung jam, namun saksi kunci belum dipanggil, korban tidak diautopsi, dan ekskavator yang terlibat masih bebas. Pola ini sama persis dengan kasus-kasus kecelakaan tambang sebelumnya, yang berakhir tanpa keadilan dan transparansi, memunculkan pertanyaan serius tentang integritas aparat Polres Pohuwato.

Seorang pejabat kepolisian sempat menyatakan:

> “Saya sudah sampaikan ke penyidik, nanti penyidik buatkan undangannya.”

 

Namun publik menilai ini hanyalah langkah formal tanpa progres nyata, sementara waktu terus berjalan dan ketegangan di Bulangita makin nyata. Jalanan berlumpur, debu menebal, dan budaya mikro-masyarakat berubah akibat aktivitas tambang ilegal.

Imran Uno, koordinator lapangan GASSPOLL sekaligus Ketua DPD AKPERSI Gorontalo, menegaskan Kamis (13/11/2025):

> “Empat hari ini bukan sekadar tenggat. Ini panggilan sejarah. Publik menunggu keadilan, bukan alasan birokrasi. Jika saksi kunci tidak dipanggil, aksi jilid III akan berlangsung lebih besar, dan suara masyarakat tidak bisa dibungkam.”

 

Di media sosial, masyarakat dan netizen menyorot pola lama yang sama: konsistensi aparat diuji, independensi dicurigai, dan keberpihakan terhadap pelaku tambang ilegal dipertanyakan.

Imran menambahkan:

> “Setiap hari yang terlewat tanpa tindakan nyata adalah peluang bagi mereka yang ingin mengaburkan fakta. Bulangita bukan sekadar berita — ini ujian bagi integritas hukum dan keberpihakan aparat terhadap manusia dan lingkungan.”

 

GASSPOLL menegaskan, publik tidak akan tinggal diam. Jika penyidik tidak bergerak, aksi jilid III akan menjadi ledakan massa terbesar, dan dunia akan menilai siapa yang benar-benar berpihak pada keadilan, dan siapa yang berpihak pada pelaku tambang ilegal.

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru