Operasi Keselamatan Otanaha 2026: Polres Pohuwato Tegaskan tertib Lalu lintas,Knalpot Racing akan ditindak Tegas

Saturday, 31 January 2026 - 03:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipoat, Pohuwato—Menjelang Masuknya Bulan suci Ramadhan Polres Pohuwato menggelar Operasi Keselamatan Otanaha 2026 mulai 02 hingga 15 Februari 2026.(31/01)

Kapolres Pohuwato, AKBP. H. Busroni, S. I. K, melalui Kasat lantas Pohuwato IPTU Jefriyansyah Tangahu menyatakan beberapa point kepada masyarakat atas digelarnya operasi Keselamatan ini

“Operasi Keselamatan ini di gelar menjelang Ramadhan bertujuan untuk menindak oknum pengendara-pengendara yang suka ugal-ugalan di jalan yang menggunakan knalpot bronk atau Racing yang akan mengganggu kekhusukan masyarakat Pohuwato dalam beribadah sehingganya kami memohon dukungan masyarakat dalam operasi keselamatan 2026 kali ini” Ungkap Kasat Lantas.

Operasi Keselamatan Otanaha 2026 ini juga akan digelar dengan optimal serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.Adapun Point-point yang harus di perhatikan masyarakat terkait standar keselamatan seperti pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm standar Nasional Indonesia apabila kedapatan tidak menggunakan Helm SNI sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat 8 UU. no. 22 thn 2009 dapat dipidana dengan kurungan paling lama (1) satu bulan atau denda paling banyak Rp.250.000

Untuk menghindari hal ini olehnya beliau menekankan kepada seluruh masyarakat untuk dapat mematuhi aturan lalu-lintas itu sendiri.

“Beberapa point penting yang harus di perhatikan oleh pengendara yaitu ;

-melengkapi Surat Kendaraan dan SIM Pengendara

-menggunakan Helm standar SNI

-menggunakan sabuk pengaman

-tidak menggunakan Knalpot Brong/racing

-tidak mengemudi dalam keadaan mabuk atau dibawah pengaruh alkohol

dan tentunya kami akan selalu menggunakan pendekatan yang humanis”Tutupnya.

Tim redaksi

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru