Anak Jadi Korban, Pertengkaran Rumah Tangga di Buntulia Barat Berujung Dugaan Penganiayaan

Wednesday, 25 March 2026 - 12:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban AM dan ibu korban saat hendak melapor ke SPKT Polres Pohuwato atas dugaan Penganiayaan. Dok. Arsady

Korban AM dan ibu korban saat hendak melapor ke SPKT Polres Pohuwato atas dugaan Penganiayaan. Dok. Arsady

 Akulturasipost,  POHUWATO – Seorang anak berinisial AM (9)menjadi korban dugaan penganiayaan dalam insiden rumah tangga yang terjadi di wilayah Komunal, Desa Buntulia Barat, Kabupaten Pohuwato, Rabu (25/03/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan seorang pria yang disebut sebagai ayah tiri korban. Berdasarkan keterangan ibu korban, Rita, kejadian bermula dari percakapan antara dirinya dengan terduga pelaku terkait keberadaan seorang tetangga.

Saat itu, keduanya tengah duduk bersama sebelum pelaku menanyakan keberadaan tetangga yang tinggal bersebelahan. Rita mengaku tidak mengetahui dan menjelaskan bahwa tetangga tersebut telah keluar bersama suaminya. Namun, pertanyaan itu terus berlanjut hingga memicu ketegangan.

Rita mengaku sempat mengingatkan agar tidak mencampuri urusan orang lain guna menghindari kesalahpahaman. Alih-alih mereda, percakapan justru berkembang menjadi pertengkaran yang semakin memanas.

Dalam situasi tersebut, terduga pelaku disebut mengambil sebilah pisau dari dapur. Upaya untuk mengamankan senjata tajam itu berubah menjadi aksi saling berebut antara keduanya.

“Dia mengambil pisau dari dapur, dan saat kami saling berebut, anak saya yang justru terkena,” ujar Rita.

Ia menambahkan, terduga pelaku juga sempat mengungkapkan adanya persoalan lain, termasuk rencana “baku nae” dengan pihak tertentu, yang diduga turut memicu emosi.

Insiden tersebut turut disaksikan oleh sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan kasus tersebut.

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan mengalami syok pasca kejadian dan masih menjadi perhatian keluarga.

Berita Terkait

Keluhkan pelarangan hingga penggusuran Talang-talang di sungai kaya dan sekitarnya, begini tanggapan Gubernur Gorontalo
Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Berita Terkait

Saturday, 1 August 2026 - 20:06

Keluhkan pelarangan hingga penggusuran Talang-talang di sungai kaya dan sekitarnya, begini tanggapan Gubernur Gorontalo

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Berita Terbaru