Terusir dari tanah sendiri, Perusahaan bongkar paksa camp milik warga:”kami siap berjuang dan bertahan sampai titik darah penghabisan

Tuesday, 7 April 2026 - 14:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Akulturasipost, Pohuwato—Masyarakat penambang lokal Pohuwato lagi dan lagi di usir dari tanah sendiri. Kejadian memilukan kembali terjadi di lokasi nanasi milik warga dan desa Hulawa kecamatan Buntulia selasa 07/04/2026,Diketahui Lokasi ini bersebelahan dengan Lokasi Darwis Latif. 

Di informasikan Perusahaan datang sekitar pukul 10.00 wita dan membongkar paksa Camp- camp penambang lokal dari lokasi mereka,dan yang paling mencengangkan, di ketahui lokasi ini belum terselesaikan pembayarannya kepada pemilik lokasi. 

Kepada media, pemilik lokasi yang tidak ingin di sebutkan namanya menjelaskan pihak perushaan datang dengan menggunakan LV dan langsung membongkar paksa camp-camp tempat para penambang 

“Lokasi ini milik saya dan sodara saya yang akan di bayar perushaan yang hingga saat ini belum ada realisasinya, tapi kenapa mereka datang dan langsung membongkar paksa kasian, bukan hanya pemaksaan ini tapi sudah menginjak-injak harga diri kami ” Tegas pemilik lokasi. 

Dari rentetan berbagai tindakan sewenang-wenangan Perusahaan, masyarakat menilai pemerintah gagal total dalam menangani persoalan ini, 

“Saya sangat menyesalkan kenapa pemerintah terlihat lamban sekali menyikapi perusahaan terkait lokasi-lokasi pertambangan, terlihat pemerintah menganaktirikan kami sebagai rakyatnya dan meng-anak emaskan perusahaan, kami ini masayarakat Pohuwato, Pemilik dari tanah-tanah ini tapi kenapa kami di perlakukan seperti ini, seolah kami ini menjadi orang asing di tanah sendiri”ucapnya dengan nada bergetar. 

Hal ini bertolak belakang dengan UUD No.33 thn 1945 tentang “Bumi ,air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Jika pada realitasnya pemerintah hanya lebih condong pada korporasi dan oligarki maka yang menangis adalah rakyatnya, yang terusir adalah masyarakatnya sendiri. 

Darwis Latif yang merupakan pemilik lokasi yang bersebelahan dengan TKP pembongkaran paksa ini menjelaskan , besok Rabu 08/04/2026 rencananya Pihak perusahaan akan membongkar camp-camp milik mereka dan jika mereka di paksa akan meninggalkan tanpa memperhatikan kehidupan mereka yg lebih layak maka mereka siap bertahan dan berjuang sampai titik darah penghabisan.

“Lokasi saya ini,saya tegaskan kembali,belum di bayar hanya baru di tawar oleh pihak perusahaan , dan tawarannyapun tidak sesuai dengan apa yang kami hasilkan selama ini yang telah menghidupi keluarga kami, Seharusnya proses pembebasan lahan itu bisa mengganti mata pencaharian kami,saya dengar tadi rencananya besok mereka akan pindah ke lokasi saya dan membongkar camp-camp milik kami, jika mereka tetap memaksa maka saya dan seluruh keluarga juga penambang lokal akan berjuang atau bertahan sampai titik darah penghabisan”tutupnya.

Hingga berita ini di terbitkan, belum ada konfirmasi dari pemerintah setempat terkait bagaimana perkembangan jual-beli lokasi milik Darwis Latif ini.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Berita Terbaru