BARA API SIAP KEPUNG PEMERINTAH DAN KORPORASI SELAMA 7 HARI DI MOMENTUM MAY DAY 2026

Thursday, 23 April 2026 - 09:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akultirasipost, Pohuwato – Pohuwato kembali berada di ambang gelombang besar perlawanan rakyat.
Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) secara resmi mengumumkan rencana aksi unjuk rasa besar-besaran dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional pada awal Mei 2026.

Melalui surat pemberitahuan yang telah dilayangkan kepada Kapolres Pohuwato pada Kamis, 23 April 2026, aliansi ini menegaskan bahwa aksi tidak akan berlangsung singkat.
Selama tujuh hari penuh, dari 1 hingga 7 Mei 2026, ribuan massa akan turun ke jalan.

Diperkirakan sekitar 5.000 orang akan terlibat dalam aksi yang dijadwalkan berlangsung setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.
Titik-titik strategis menjadi sasaran, mulai dari Mapolres Pohuwato, Kantor Bupati Pohuwato, hingga kantor perusahaan tambang yang selama ini dianggap menjadi sumber konflik.
Di balik rencana aksi ini, tersimpan akumulasi kekecewaan yang tidak lagi bisa dibendung. 

Aliansi BARA API menegaskan bahwa suara yang akan mereka bawa adalah suara rakyat—khususnya para penambang tradisional yang selama ini merasa ditekan dan dipinggirkan di tanahnya sendiri.
Isu yang diangkat bukan perkara sepele.
Mulai dari penertiban aktivitas tambang rakyat, dugaan tekanan terhadap masyarakat, hingga persoalan lahan yang tak kunjung tuntas, menjadi bahan bakar utama gerakan ini.

Momentum May Day dipilih bukan tanpa alasan.
Bagi mereka, ini adalah saat yang tepat untuk menegaskan bahwa perjuangan buruh dan penambang rakyat adalah satu garis:
melawan ketidakadilan dan menuntut hak hidup yang layak.
Aksi ini disebut akan diwarnai dengan berbagai atribut perjuangan seperti spanduk, bendera, dan pengeras suara—simbol bahwa suara rakyat tidak lagi akan dibungkam.
Meski demikian, pihak aliansi menyatakan komitmen untuk tetap menjalankan aksi secara tertib sesuai aturan.

Namun, dengan besarnya jumlah massa dan lamanya durasi aksi, situasi di Pohuwato diprediksi akan memanas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kesiapan pengamanan maupun sikap terhadap rencana aksi besar tersebut. 
Satu hal yang pasti,
awal Mei 2026 bukan sekadar peringatan Hari Buruh di Pohuwato—tetapi berpotensi menjadi titik ledak perlawanan rakyat.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Keluhkan pelarangan hingga penggusuran Talang-talang di sungai kaya dan sekitarnya, begini tanggapan Gubernur Gorontalo
Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Berita Terkait

Saturday, 1 August 2026 - 20:06

Keluhkan pelarangan hingga penggusuran Talang-talang di sungai kaya dan sekitarnya, begini tanggapan Gubernur Gorontalo

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Berita Terbaru