Bukan Sekadar Slogan! Pemuda Muhammadiyah: Tema Hardiknas Malra Visioner dan Mendalam

Saturday, 25 April 2026 - 12:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pemuda Muhamadiyah, Rahmat Reliubun. Dok: Erick (di tingkatkan dengan Artificial Intelegen)

Ketua Pemuda Muhamadiyah, Rahmat Reliubun. Dok: Erick (di tingkatkan dengan Artificial Intelegen)

Akulturasipost,Maluku Utara—Langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara mengangkat tema Lokal “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti Bagi Peradaban” dalam rangkaian Hardiknas 2026 mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Pemuda Muhammadiyah.

Kepada Media ini Sabtu, 25/04/2026 Ketua Pemuda Muhammadiyah Malra menyebut tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan sebuah visi pendidikan yang sangat matang dan menyentuh hati.

Pertama, konsep ini dinilai sangat tepat untuk membangun pendidikan yang berakar pada kearifan lokal. Hal ini menjadi jaminan agar anak-anak muda tidak kehilangan jati diri dan identitas budayanya sendiri.

“Upaya mengukir Adat Kei menjadi ilmu adalah upaya membentengi karakter. Nilai Larvul Ngabal yang menjadi sumber ilmu akan melahirkan generasi yang kuat dan bermartabat,” jelas mereka.

Kedua, filosofi menenun bakti mengajarkan bahwa pendidikan juga soal memberi manfaat dan mengabdi. Pendidikan diharapkan mampu menjahit keretakan sosial dan memperkuat ikatan persaudaraan atau Fangnanan.

Ketiga, tema ini juga sarat akan misi perdamaian. Mencintai adat berarti belajar menghormati, dan mencintai ilmu berarti belajar bertoleransi. Kombinasi inilah yang menjadi kunci kerukunan abadi.

“Di tengah tantangan zaman yang memecah belah, kembali pada adat dan ilmu adalah jalan terbaik menuju kedamaian yang sesungguhnya,” tambahnya.

Mereka pun menegaskan keyakinannya: “Pendidikan memuliakan adat, dan adat memajukan peradaban.”

Di akhir, Pemuda Muhammadiyah mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersatu padu mendukung agenda besar ini.

Mari kita tunjukkan bahwa dari Maluku Tenggara, lahir terobosan dan pemikiran besar yang bisa dibanggakan oleh bangsa.(Erick)

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer
LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi
Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes
Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot
Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju
Bupati dan Wabup “HILANG”, Demonstran Penambang Tradisional kecewa pilih Tunda kunjungan Lapangan bersama DPRD
Demo Masyarakat Penambang Masuk Hari Kedua, massa Aksi Jemur Kaos hingga pakaian dalam
Demo Penambang Pohuwato nyaris ricuh, Pemda dan DPRD Akui Tak Mampu Bendung Penggusuran:”Kami Juga Terancam”
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 13 May 2026 - 12:24

Pemuda Muhammadiyah Puji Langkah Responsif Bupati Tangani Musibah Waer

Wednesday, 13 May 2026 - 12:07

LABRAK Resmi Nyatakan sikap terus Perjuangkan tuntutan Penambang Tradisional,Desak DPRD Turun kejalan suarakan Aspirasi

Wednesday, 13 May 2026 - 11:31

Penganiayaan Anak di Sumenep Jadi Sorotan, Kasus Libatkan Oknum Sekdes

Tuesday, 12 May 2026 - 09:26

Petani Pohuwato Turun Jalan, Tuntut Kadis Pertanian Dicopot

Tuesday, 12 May 2026 - 08:45

Penghargaan pendidikan bukti Maluku Tenggara mampu bersaing dan Maju

Berita Terbaru