Bukan Hanya Aman Fisik, Sekolah Harus Nyaman Secara Mental dan Budaya

Monday, 27 April 2026 - 13:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati, Carlos Viali Rahantoknam saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Festival dan Pameran Hardiknas, Senin, 24/4/2026
(Dokumentasi Istimewa)

Wakil Bupati, Carlos Viali Rahantoknam saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Festival dan Pameran Hardiknas, Senin, 24/4/2026 (Dokumentasi Istimewa)

Akulturasipost.com Langgur, Kab. Malra – Langkah maju dunia pendidikan di Maluku Tenggara terus ditempuh. Wakil Bupati, Carlos Viali Rahantoknam, secara resmi meluncurkan program inovatif “Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” pada Senin (27/04/2026).

Program strategis ini diluncurkan dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Upacara Dinas Pendidikan. Acara berlangsung khidmat didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan, Bin Raudah Arif Hanoeboen, dan dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya seremoni belaka, melainkan dikemas dalam opening ceremony yang sangat meriah. Panggung utama dihiasi festival budaya dan lomba bakat, sementara area pameran dipadati stand-stand unggulan dari kecamatan, sponsor, hingga pelaku UMKM yang memamerkan produk terbaik mereka.

Dalam sambutannya, Carlos Viali menegaskan filosofi pendidikan yang diusung daerah ini.

“Pendidikan tidak boleh dipisahkan dari akar budaya,” tegasnya lantang.

Hal ini sejalan dengan tema besar tahun ini, “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Ibu Negeri”, yang menjadi jembatan sempurna antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan lokal yang luhur.

Menurutnya, Hardiknas kali ini terasa sangat istimewa karena dibangun dengan semangat kolaborasi dan gotong royong yang kuat dari seluruh pihak.

“Kita ingin generasi muda kita menjadi pribadi yang modern secara intelektual dan cerdas,” ujar Carlos Viali.

Akan tetapi, ia menekankan bahwa kecerdasan tersebut harus dibarengi dengan karakter yang kuat berbasis budaya. Falsafah hidup “Ain ni Ain” yang mengajarkan persaudaraan, kesetaraan, dan solidaritas yang tinggi, menjadi pondasi yang sangat penting.

Dengan hadirnya program ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap terciptanya lingkungan sekolah yang ideal. Bukan hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara mental, hangat secara sosial, dan kaya akan nilai budaya bagi seluruh peserta didik.

(Erick)

Berita Terkait

Terancam Jerat UU Migas, Polisi Tahan Warga Buntulia Utara Terkait Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi
Cagar Alam Bukan Zona Negosiasi, Sikap BKSDA “abu abu” Presiden LABRAK : Jangan-Jangan Ikut main
Rachmat Gobel Siapkan Desa Tilihua Jadi Sentra Kacang Modern Terintegrasi di Gorontalo
Gagalkan Penyelundupan Sianida dari Filipina, Ditpolairud Polda Gorontalo Sita 77 Karung Bahan Berbahaya di Perairan Gorontalo Utara
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Pesisir Leato Selatan Gorontalo, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Alat Berat di Kawasan Terlarang? BKSDA Bilang Tidak, TNI AL: “Kami Punya Bukti!”
Wujudkan SDM Unggul, Polres Malra Launching Program “Polisi Mengajar”
Polres Pohuwato Sikat PETI di Bulangita: Excavator Diamankan, Operator Ditangkap
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 8 May 2026 - 06:56

Terancam Jerat UU Migas, Polisi Tahan Warga Buntulia Utara Terkait Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi

Friday, 8 May 2026 - 05:51

Cagar Alam Bukan Zona Negosiasi, Sikap BKSDA “abu abu” Presiden LABRAK : Jangan-Jangan Ikut main

Thursday, 7 May 2026 - 07:06

Rachmat Gobel Siapkan Desa Tilihua Jadi Sentra Kacang Modern Terintegrasi di Gorontalo

Wednesday, 6 May 2026 - 10:49

Gagalkan Penyelundupan Sianida dari Filipina, Ditpolairud Polda Gorontalo Sita 77 Karung Bahan Berbahaya di Perairan Gorontalo Utara

Tuesday, 5 May 2026 - 14:49

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Pesisir Leato Selatan Gorontalo, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Berita Terbaru