GMNI TEGAS TOLAK PENAS XVII DI GORONTALO: Jangan Gadaikan Nasib Petani Demi Pencitraan

Thursday, 30 April 2026 - 03:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Gorontalo, Gunawan, menyampaikan sikap tegas organisasinya terkait rencana pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo.

GMNI menilai agenda nasional tersebut belum layak dilanjutkan karena kondisi lapangan dinilai belum siap dan berpotensi mengorbankan kepentingan petani lokal.
Dalam pernyataan resminya, Gunawan membeberkan lima alasan utama yang menjadi dasar penolakan GMNI terhadap pelaksanaan PENAS XVII.

Pertama, demonstrasi teknologi pertanian dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, pelaksanaan gelar teknologi pertanian menjadi kontradiktif ketika lahan yang dipersiapkan justru mengalami kerusakan akibat genangan air dan buruknya sistem drainase.

Gunawan menegaskan, menampilkan hasil pertanian di tengah kondisi lahan yang rusak hanya akan membangun citra semu yang tidak sesuai realitas. Ia menilai sektor pertanian membutuhkan proses, waktu, dan konsistensi, bukan sesuatu yang dipaksakan secara instan demi kebutuhan seremonial.

Kedua, GMNI menyoroti aspek kesehatan dan keselamatan peserta yang dinilai harus menjadi prioritas utama. Kondisi lingkungan yang masih tergenang air dinilai berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan menciptakan ketidaknyamanan bagi peserta.

Dengan estimasi kehadiran puluhan ribu peserta dari berbagai daerah, pemerintah dinilai wajib memastikan kesiapan sanitasi, akses air bersih, serta lingkungan yang aman dan sehat selama kegiatan berlangsung.

Ketiga, GMNI mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran daerah. Di tengah tekanan fiskal dan banyaknya kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, alokasi anggaran untuk kegiatan seremonial dinilai perlu dievaluasi.

Gunawan menegaskan bahwa anggaran tersebut seharusnya dapat diprioritaskan untuk menyelesaikan persoalan mendasar petani, termasuk penanganan lahan terdampak banjir, distribusi bantuan pertanian, hingga penguatan produktivitas sektor pangan.

Keempat, GMNI mengingatkan agar forum petani dan nelayan tidak dijadikan arena kepentingan politik praktis. Menurut Gunawan, ruang seperti PENAS seharusnya difokuskan untuk membahas solusi konkret atas persoalan petani dan nelayan.

Ia menilai kebutuhan utama petani saat ini adalah kepastian pupuk, stabilitas harga hasil panen, akses permodalan, dan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan mereka, bukan sekadar seremoni dan pidato formal.

Kelima, GMNI menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur menjelang pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pembangunan yang baru dipercepat ketika ada agenda besar menunjukkan lemahnya konsistensi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Gunawan menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan akses infrastruktur yang layak setiap saat, bukan hanya ketika daerah menjadi tuan rumah kegiatan nasional.

Di akhir pernyataannya, GMNI Kabupaten Gorontalo menegaskan akan terus mengawal perkembangan agenda PENAS XVII dan memastikan aspirasi masyarakat, khususnya petani, tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

Gunawan meminta pemerintah daerah bersikap terbuka, objektif, dan realistis dalam melihat kondisi di lapangan. Menurutnya, kesiapan yang belum matang harus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan tidak menimbulkan dampak negatif bagi daerah maupun masyarakat.

“Jangan gadaikan nasib petani demi kepentingan pencitraan. Kepentingan rakyat, khususnya petani, harus menjadi prioritas utama,” tegas Gunawan.

Berita Terkait

Terancam Jerat UU Migas, Polisi Tahan Warga Buntulia Utara Terkait Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi
Cagar Alam Bukan Zona Negosiasi, Sikap BKSDA “abu abu” Presiden LABRAK : Jangan-Jangan Ikut main
Rachmat Gobel Siapkan Desa Tilihua Jadi Sentra Kacang Modern Terintegrasi di Gorontalo
Gagalkan Penyelundupan Sianida dari Filipina, Ditpolairud Polda Gorontalo Sita 77 Karung Bahan Berbahaya di Perairan Gorontalo Utara
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Pesisir Leato Selatan Gorontalo, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Alat Berat di Kawasan Terlarang? BKSDA Bilang Tidak, TNI AL: “Kami Punya Bukti!”
Wujudkan SDM Unggul, Polres Malra Launching Program “Polisi Mengajar”
Polres Pohuwato Sikat PETI di Bulangita: Excavator Diamankan, Operator Ditangkap
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 8 May 2026 - 06:56

Terancam Jerat UU Migas, Polisi Tahan Warga Buntulia Utara Terkait Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi

Friday, 8 May 2026 - 05:51

Cagar Alam Bukan Zona Negosiasi, Sikap BKSDA “abu abu” Presiden LABRAK : Jangan-Jangan Ikut main

Thursday, 7 May 2026 - 07:06

Rachmat Gobel Siapkan Desa Tilihua Jadi Sentra Kacang Modern Terintegrasi di Gorontalo

Wednesday, 6 May 2026 - 10:49

Gagalkan Penyelundupan Sianida dari Filipina, Ditpolairud Polda Gorontalo Sita 77 Karung Bahan Berbahaya di Perairan Gorontalo Utara

Tuesday, 5 May 2026 - 14:49

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Pesisir Leato Selatan Gorontalo, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Berita Terbaru