SUARA PEMUDA BERGEMA! KNPI dan Cipayung Plus Gelorakan Transformasi Pendidikan Malra

Thursday, 30 April 2026 - 13:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebersamaan KNPI dan  OKP cipayung Plus.dok.Erick

Kebersamaan KNPI dan OKP cipayung Plus.dok.Erick

Akulturasipost,Maluku Tenggara—Langkah strategis dan penuh keberanian ditunjukkan oleh para pemuda. Forum Diskusi Publik yang diinisiasi oleh KNPI dan OKP Cipayung Plus, bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat serta Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara. Rabu, 29/04/2026, hadir bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah gerakan nyata.

Ini adalah momen bersejarah di mana suara aspirasi bertemu dengan kebijakan, untuk membedah tuntas persoalan pendidikan di daerah kepulauan.

Tema besar yang diangkat, “Pendidikan Kepulauan sebagai Pilar Keadilan Sosial”, menjadi landasan kuat untuk mencari solusi nyata di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan geografis.

Dalam kesempatannya, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Kab. Maluku Tenggara Rahmat Reliubun menegaskan bahwa anggaran yang minim tidak boleh menjadi alasan kemandekan mutu.

“Diperlukan inovasi pendanaan dan transparansi penuh, agar setiap rupiah benar-benar sampai ke ujung-ujung desa dan sekolah terpencil, bukan habis di tengah jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi geografis yang berpulau-pulau pun tidak boleh lagi dijadikan alasan. Era digital menuntut terobosan nyata.

“Kita butuh digitalisasi pembelajaran dan skema insentif guru yang adil, agar kualitas pengajaran di pelosok setara dengan di kota,” tambahnya.

Poin paling penting yang disorot adalah soal keadilan. Pendidikan adalah hak dasar, bukan barang mewah. Anak di pelosok harus punya peluang sama besarnya dengan anak di pusat kota untuk meraih masa depan.

Narasumber juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KNPI dan OKP Cipayung Plus yang telah berani mengambil inisiatif ini.

“Mereka membuktikan bahwa pemuda hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai agen perubahan yang kritis, visioner, dan siap mengawal kemajuan daerah,” ungkapnya penuh semangat.

“Pendidikan adalah cahaya yang harus menerangi semua lapisan, tanpa sekat, tanpa batas,” tegasnya.

Hasil diskusi ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus dikawal menjadi kebijakan nyata yang berpihak pada keadilan dan kemajuan bersama.

Mari kita wujudkan generasi yang berilmu cahaya, beriman kekuatan, dan beramal tujuan, demi Maluku Tenggara yang terus berkemajuan. (Redaktur/Erick)

Berita Terkait

Penambang Tradisional Pohuwato Sampaikan Aspirasi kepada Gubernur Gorontalo, Keluhkan Larangan Beraktivitas di Sungai Kaya Nanasi
Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Berita Terkait

Saturday, 1 August 2026 - 20:06

Penambang Tradisional Pohuwato Sampaikan Aspirasi kepada Gubernur Gorontalo, Keluhkan Larangan Beraktivitas di Sungai Kaya Nanasi

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Berita Terbaru