May Day 2026 Halmahera Tengah: Buruh GEBRAK Desak PT Indonesia Weda Bay Industrial Park Tindak Pelecehan Seksual dan Pungli

Friday, 1 May 2026 - 08:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, HALMAHERA TENGAH Puluhan buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi pada peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026 di kawasan industri Halmahera Tengah. Aksi ini menjadi bentuk peringatan keras kepada manajemen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Koordinator Lapangan, Julkarnaim Sunardi, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang dirasakan buruh.

“Kita tidak sekadar merayakan hari buruh, tapi melawan ketidakadilan. Tanpa persatuan, suara buruh akan terus terbungkam,” tegas Julkarnaim dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, buruh menyampaikan sembilan tuntutan utama, dengan sorotan paling tajam pada dua isu krusial, yakni dugaan pelecehan seksual terhadap buruh perempuan dan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum di lingkungan kerja.

Menurut Julkarnaim, kasus pelecehan seksual harus dipandang sebagai kejahatan serius yang tidak boleh ditoleransi.

“Jika buruh perempuan tidak aman, maka seluruh buruh tidak aman. Ini bukan persoalan pribadi, ini kejahatan yang harus ditindak tegas,” ujarnya.

Sementara itu, orator aksi, Juliyan Udin, menambahkan bahwa praktik pungli yang diduga mencapai jutaan rupiah terhadap calon pekerja merupakan bentuk penindasan yang mencederai keadilan.

“Kami mendesak perusahaan segera menindak oknum pelaku pungli. Jangan biarkan pelaku tetap bekerja seolah tidak terjadi apa-apa,” kata Juliyan.

Selain dua isu utama tersebut, buruh juga menuntut perbaikan fasilitas transportasi, percepatan pembahasan PKB 2026, peningkatan standar keselamatan kerja, hingga kenaikan upah di sektor industri nikel.Aksi ditutup dengan seruan persatuan buruh untuk terus mengawal tuntutan hingga mendapat respons nyata dari pihak perusahaan. Aliansi GEBRAK menegaskan akan terus mengawal kasus pelecehan seksual dan pungli hingga ditindak sesuai hukum.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru